METRO

DPT Diprotes 5 Pasangan, Ini Jawaban KPUD DKI

Tim sukses lima pasangan menilai keputusan itu dipaksakan.

ddd
Minggu, 3 Juni 2012, 06:28 Nur Farida Ahniar, Dedy Priatmojo
Tim sukses pasangan Foke-Nachrowi satu-satunya yang menerima DPT
Tim sukses pasangan Foke-Nachrowi satu-satunya yang menerima DPT (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi DKI Jakarta telah resmi merilis Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI tahun 2012 pada Sabtu malam, 2 Juni 2012. Lima calon pasangan menolak DPT yang ditetapkan KPUD DKI, kecuali pasangan nomor 1 (Foke-Nachrowi).

Sebelum penetapan DPT, rapat pleno yang digelar di sebuah hotel di Jakarta itu dihujani banyak interupsi. Tim sukses lima pasangan menilai keputusan itu dipaksakan.

Ketua KPUD DKI Dahlia Umar mengaku tidak terganggu dengan sikap protes tim sukses pasangan calon atas keputusan DPT. Menurutnya hal tersebut merupakan hak dari hasil kerja KPUD DKI.

"KPU pada prinsipnya bekerja sebaik-baiknya untuk memberikan pelayanan terhadap publik terkait pemutakhiran data pemilih," kata Dahlia di Jakarta, Sabtu malam.

Baginya penetapan DPT sudah final, karena dalam proses pengerjaannya sudah melibatkan semua stakeholder baik dari pemerintah, masyarakat maupun pasangan calon.

"Kalau ada yang puas itu Alhamdulillah. Kalau tidak ya tidak dipaksa. Yang jelas dari pasangan calon, kami sudah membuka seluas-luasnya kesempatan mereka untuk memperbaiki," ujanya.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
asmadiyanti
04/06/2012
KPUD DKI kan sudah menjalankan tugasnya sebaik-baiknya. Mencoba menghargai saja, tunjukkan kalau kalian itu pasangan calon yang baik.
Balas   • Laporkan
cuplin
03/06/2012
Itulah kalo KPUD sdh menjadikan Uang ketuhanan yg maha kuasa. Kalo nolak DPT ya gak usah ikut pilkada begitu yg ada dlm pikiran KPUD DKI. Artinya yg gak nolak (incumbent) yg menetapkam DPT tsb bukan KPUD. KPUD hanya org bayaran aja.
Balas   • Laporkan
rasya_krpd
03/06/2012
jawaban yang gak profesional banget dah ... apa gak ada lagi orang pinter di sini yah ?? hadehhhhh .. KPU KPU .. singkatan aja koreksi pake uang .. gak ada uang .. gak dikoreksi :)
Balas   • Laporkan
dulkamid
03/06/2012
Apanya yang aneh dengan berita ini? Kalau yang pasangan 1 sampai 5 protes, cuma satu yang nerima, "hukum sebab akibat" sudah bisa dirunut. Kalau pasangan nomor urut 1 juga protes, itu baru berita.
Balas   • Laporkan
wandy.andi0999
03/06/2012
Memang harus diperketat, trauma akibat pemilu 2009 lalu yg dilakukan pemenangan PD, ingat Anas Urbaningrum eks ketua KPU, krn berhasil membuat PD menang lagi dalam penghitungan suara, langsung dpt posisi strategis dipartai Demokrat...ada apa dgn semua it
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
Close X
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru