METRO

Alasan 5 Timses Cagub DKI Akan Pidanakan KPU

Hanya pasangan Foke-Nachrowi yang tidak keberatan dengan penetapan DPT.

ddd
Senin, 4 Juni 2012, 06:24 Anggi Kusumadewi, Sukirno
Salah satu calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.
Salah satu calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews – Tim sukses 5 calon gubernur DKI Jakarta tidak menyetujui penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilukada DKI Jakarta oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI. Mereka pun berencana melaporkan KPUD DKI Jakarta ke polisi atas tindak pidana pemalsuan dokumen.

Ketua Tim Advokasi Tim Sukses Hidayat Nurwahid-Didik J. Rachbini, Rois Hadayana, mengatakan kelima tim sukses cagub-cawagub DKI tidak berniat untuk memboikot proses tahapan Pemilukada DKI Jakarta. Mereka hanya menginginkan pemilukada yang bersih.

“Karena ini proses demokrasi. Kami ingin proses ini diperbaiki dulu, sehingga siapapun pemenangnya harus bersih,” kata Rois kepada VIVAnews di Jakarta, Minggu 3 Juni 2012.

Ia menyatakan, perlu dipahami bersama bahwa jika hanya ada satu pasangan cagub-cawagub yang menyetujui penetapan DPT dan mengikuti proses pemilukada, maka Pemilukada DKI pasti tidak akan bisa berlanjut.

Rois menegaskan, kelima cagub DKI menemukan adanya kejanggalan dalam penetapan DPT DKI. “Kami tidak akan memprotes tahap pengambilan keputusan karena itu wewenang KPU. Tapi yang akan kami pidanakan adalah perubahan dokumen,” ujarnya.

Perubahan dokumen itu, lanjut Rois, terjadi ketika banyak Nomor Induk Kependudukan yang ganda, kemudian diubah sedikit, misalnya pada satu digit terakhir agar menjadi berbeda. Akibatnya, NIK yang semula tidak sah menjadi sah.

Tim Advokasi Hidayat-Didik mengaku menemukan sekitar 44 ribu dokumen yang diperlakukan seperti itu. Rois mengatakan, timnya sudah mempunyai data yang lengkap sebagai bukti pelaporan kepada kepolisian. “Data sudah ada. Itu jelas-jelas pelanggaran hukum,” ujarnya.

Dia berharap, kepolisian akan menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan pemeriksaan karena dari NIK ganda tersebut bisa ditemukan bila orang yang bersangkutan memiliki KTP palsu.

“Kalau polisi melakukan tindakan cepat dan segera, polisi akan menemukan KTP bodong. Nanti juga akan ditemukan siapa yang membuat KTP bodong sehingga ada upaya terencana, sitematis, dan masif untuk memasukkan orang jadi pemilih,” papar Rois.

Sementara itu Juru Bicara Tim Sukses Joko Widodo-Basuki Tjahaya Purnama, M. Taufik, mengatakan penolakan DPT ini merupakan sikap bersama. “Ini representasi dari Jakarta. Kan ada lima calon, masak data pemilih begitu? Masa NIK siapa dipakai siapa?” kata dia.

“Ada orang yang NIK-nya dipakai. Itu kan jadi pemilih hantu. Ada banyak sekali sampai ratusan ribu. Pasti berpengaruh terhadap jumlah suara,” ujar Taufik.

Sementara itu Ketua KPUD DKI Jakarta Dahlia Umar mengaku tidak terganggu dengan protes tim sukses pasangan calon atas keputusan DPT. “KPU bekerja sebaik-baiknya memberikan pelayanan terhadap publik terkait pemutakhiran data pemilih. Kalau ada yang puas alhamdulillah, kalau tidak ya tidak dipaksa,” kata Dahlia.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
tiku
05/06/2012
Kalo Foke memang bersih knp setuju dng data KPU yg masih carut marut ya ????
Balas   • Laporkan
bayumas
04/06/2012
Salut to KPUD lanjutkan terus,kami rakyat JKT suport KPUD.Kalo ada datanya knapa tak dr dulu dikoreksi sama2,kan KPUD sdh minta,spai pengumuman DPT ditunda,knapa baru skrang,ada apa?.Biarkan mrk lapor polisi,kita lihat aja,rakyat JKT sdh cerdas kok.GO Kpu
Balas   • Laporkan
pangeranrevolusi | 04/06/2012 | Laporkan
Gan,dibayar berapa sama Foke buat nge-posting tulisan ini ???
cuplin
04/06/2012
Coba tebak, kenapa cuma 1 calon yg setuju... ya karena emang itu pesanan dr calon yg setuju. Lagian ketua KPUD kan bakalan dpt Harrier dan rumah di Permata hijau. Itukan jaminan hari tua.Cuma gak berkah. jd penyakit buat yg makan
Balas   • Laporkan
supriatna.kartam
04/06/2012
Kan CAGUB DKI ada 6 pasang, kenapa ya cuma FOKE yg setuju atas DPT yg kisruh, ada apa ? mungkin saja karena pasangan yg setuju itu sudah tau skenario nya, apa gak malu kalau menang dengan tidak jujur, pilihlah pemimpin yg JUJUR dan BERSIH, seperti JOKOWI
Balas   • Laporkan
vivi.vienna
04/06/2012
Ayo kita dukung pilkada yang bebas dr segala kecurangan. Tapi, Pak Jokowi, kl anda yakin menang, jangan takut dong.. Masa belum apa2 sudah takut dan ngancem mau mundur..
Balas   • Laporkan
giyarta
04/06/2012
Karena ini proses demokrasi. Kami ingin proses ini diperbaiki dulu, sehingga siapapun pemenangnya harus bersih,. Sampai kapan mau cari yang bersih di negeri ini, bisa2 tdk jadi pemilukada diseluruh negeri dan pemilu 2014. kacau semuanya
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
Close X
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru