METRO

Gula Aren Masarang Tembus Pasar Ekspor

Empat negara sudah berhasil ditembus. Kini pabrik Aren Masarang berusaha menembus AS.
Sabtu, 21 Februari 2009
Oleh : Umi Kalsum, Ferial
gula aren

VIVAnews - Tidak selamanya program coorporate sosial responsibility yang wajib dilakukan perusahaan  berupa uang. PT Pertamina Geothermal (PGE) di Lahendong, Sulawesi Utara mengubah kebiasaan itu. Perseroan justru menyalurkan uap panas bumi yang diproduksinya.

Uap panas itu disalurkan ke Pabrik Gula Aren Masarang. Pemanfaatan uap panas bumi untuk gula aren tersebut merupakan yang pertama di Indonesia maupun dunia.

Kepala Yayasan Masarang, Willie Smits, yang juga pemilik Pabrik Gula Aren Masarang menceritakan dengan pemanfaatan uap panas bumi sebagai energi pengolah gula aren, maka para petani nira tidak perlu repot lagi mencari kayu bakar untuk mengolah aren yang pada akhirnya berpotensi merusak lingkungan. "Kami membeli nira Rp 1.000 per liter dari petani, ini meningkatkan pendapatan petani," kata dia.

Willie menceritakan, saat ini sekitar 6.000 petani di Manado telah menjual hasil sadapannya ke pabrik yang sudah berhasil menembus pasar ekspor ini. Beberapa negara yang menjadi pasar ekspor gula aren produk Masarang ini antara lain Jepang, Belanda, Jerman dan Swiss. "Saat ini kita coba jajaki pasar Amerika, tetapi sepertinya tidak mudah karena ada prosedur-prosedur yang sulit," tuturnya.

Nilai ekspor gula aren ini, kata Willie, mencapai Rp 8 miliar per tahun dengan harga per kilogram Rp 110.000. Tetapi, sayangnya gula aren hasil pabrik yang dibangun dengan modal awal Rp 9 miliar ini ini tidak bisa dipasarkan di domestik karena tidak  memiliki sertifikasi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan dan  Departemen Perindustrian karena terhambat persoalan kelayakan yang belum diakui Pemerintah.

Koordinator Petani Nira di Kabupaten Tomohon Yusuf Wungouw juga menuturkan saat  ini  petani Nira di Tomohon  juga menjual hasil niranya ke pabrik Masarang. "Satu petani kira-kira punya 200 pohon aren," kata dia.

Yusuf menjelaskan, jika kandungan gula dalam nira melebihi 14 persen maka harga jualnya ke Masarang lebih dari Rp 1.000 pe liter. Dengan adanya pabrik gula Masarang itu, kata dia, sangat membantu masyarakat Tomohon mengingat penghasilan bekerja di pabrik tersebut melebihi upah minimum regional.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found