METRO

Ini Kekayaan Enam Calon Gubernur DKI Jakarta

Seluruh calon telah menandatangani pakta integritas di KPK.

ddd
Kamis, 14 Juni 2012, 18:00 Eko Priliawito, Dwifantya Aquina
Calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta
Calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAnews - Enam pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta telah menandatangani pakta integritas jelang penyelenggaraan Pemilukada DKI Jakarta 2012, di Auditorium gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis, 14 Juni 2012.

Pakta integritas itu juga ditandatangani Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, Dahliah Umar, dan Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Ramdansyah.

Pakta integritas itu berisi kesepakatan bahwa enam cagub dan cawagub DKI harus transparan, akuntabel, dan bersih dari politik uang selama Pemilukada. Bila terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI, mereka harus berkomitmen terlibat penuh dalam sistem integritas nasional dan beserta jajaran pegawai daerah menyampaikan harta kekayaan.

Selain itu, siap menindak pegawai yang mencuri kekayaan. Kemudian, atas pelanggaran komitmen tersebut mereka bersedia dikenakan sanksi moral, administrasi dan juga pidana.

Usai penandatanganan pakta integritas, enam pasangan calon mengumumkan jumlah total harta kekayaan sesuai Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan kepada KPK.

Calon gubernur incumbent Fauzi Bowo pada laporan LHKPN kepada KPK per 14 Maret 2012 memiliki total harta kekayaan senilai Rp59.389.281.068 dan mata uang asing sebesar US$325.000. Total harta kekayaan pada 2012 naik cukup tinggi dari laporan pada 26 Juli 2010, yakni sebesar Rp46.935.609.591 dan US$200.000.

"Perbedaan nilai 2010 ke 2012, semua ini sudah saya sampaikan berikut bukti kepada tim verifikasi. Kewajiban saja hanya menyebutkan angka akhirnya, setelah itu saya serahkan kepada tim verifikasi," kata Fauzi Bowo.

Sedangkan pasangan Fauzi Bowo, Nachrowi Ramli, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp15.784.271.234 dan mata uang asing senilai US$30.003. Nara, sapaan akrabnya, terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 30 Mei 2001, saat masih berpangkat Kolonel. Saat itu jumlah kekayaan Nara hanya Rp683.122.000.

Calon gubernur dari jalur independen, Hendardji Soepandji, per 12 April 2012 tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp32.182.924.751 dan mata uang asing US$405.537. Pada 2010 lalu, total harta kekayaan yang dimiliki Hendardji sebesar Rp5.987.640.453 dengan mata uang asing US$170.463. Sedangkan pasangannya, Ahmad Riza Patria memiliki harta senilai Rp2.789.050.923 per Maret 2012.

Cagub yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo, memiliki harta kekayaan Rp27.255.767.435 dengan mata uang asing US$9.876. Jumlah ini meningkat sejak laporan pada 2010 silam yakni sebesar Rp18.469.690.500 dan US$9.483. "Kenaikan ini diperoleh karena saya juga punya usaha atau bisnis di luar kesibukan saya sebagai pejabat negara," kata Jokowi.

Pasangan Jokowi, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, melaporkan harta kekayaannya sebesar Rp12.458.296.063 dengan mata uang asing US$5.030.

Cagub usungan Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid, per 28 Maret 2012 memiliki jumlah harta kekayaan sebesar Rp12.145.267.145 dengan mata uang asing US$7.500. Pada laporannya ke KPK per Desember 2009, HNW memiliki jumlah harta kekayaan Rp6.323.567.457 dan US$10.706. Pasangannya Didik J. Rachbini per Maret 2012 memiliki harta kekayaan sebesar Rp7.792.516.266 dan US$8.342.

Cagub independen Faisal Batubara per 12 Maret 2012 memiliki harta kekayaan Rp4.136.226.211. Dan pasangannya, Biem Benjamin, tercatat memiliki Rp33.029.189.336.

Cagub usungan Partai Golkar, Alex Noerdin, per Maret 2012 tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp19.694.375.836. Jumlah ini meningkat sejak pelaporan hartanya ke KPK Juni 2008 sebesar Rp10.953.240.761. Pasangannya Nono Sampono, per Maret 2012 memiliki harta senilai Rp13.712.659.591. Pada Desember 2006, Nono melaporkan hartanya KPK sebesar Rp3.834.261.164 dan US$270.000.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
pilkada jakarta 1 putaran, jgn buang" uang kalian para cagub
Balas   • Laporkan
aan.deangelo
17/06/2012
kayak nya 5tahun yg lalu harta bang foke ada 100 milyar,kok sekarang cuma 50 milyar. wajar aja bro, dia paling kaya bandingkan tanah di menteng dgn tanah di daerah laen, jauh harga nya.
Balas   • Laporkan
rani.surani
15/06/2012
semoga pilkada jakarta kali ini semakin bersih dengan ikut sertanya kpk
Balas   • Laporkan
mega.kurnia
15/06/2012
kaya" yya, klw ada yg ngaku miskin berarti gk bersyukur
Balas   • Laporkan
satriosabtupahing
15/06/2012
Loe bakalan nyesel kalo milih pemimpin cuma rasis doank,... Liat aja Foke kalo menang lagi bisa apa dia??? Cukur kumis sendiri aja kagak bisa!!!
Balas   • Laporkan
endhi
14/06/2012
ada yg pura" miskin gak taunya cagub ketiga terkaya, mau pencitraan seperti apapun pasti ketahuan busuknya
Balas   • Laporkan
satriosabtupahing | 15/06/2012 | Laporkan
Pale loe tuh busuk,.. Jokowi kaya dari bisnis meubel sm gedung pertemuan,.. Jangan asal jeplak aja tuh mulut busuk,...
emir.ahmad
14/06/2012
semoga jakarta makin bersih. maju terus jakarta
Balas   • Laporkan
Buset baru menjabat 2 tahun aja udah dapet Rp46.935.609.591 dan US$200.000. Lanjutkan korupsi nya om kumis.
Balas   • Laporkan
emir.ahmad | 14/06/2012 | Laporkan
buset hasil copas aja bisa salah


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
Close X
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru