Marak Rampok, Foke Tertibkan Izin Minimarket
Foke memastikan minimarket dengan izin bermasalah tidak dapat beroperasi kembali.
Pemprov DKI akan menertibkan izin minimarket (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
VIVAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera meninjau izin usaha minimarket yang beroperasi 24 jam. Langkah itu dilakukan karena maraknya aksi perampokan di minimarket yang beroperasi 24 jam.
"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menertibkan izin usaha minimarket," kata Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, di kantor WalikotaJakarta Timur, Senin, 18 Juni 2012. Foke memastikan minimarket dengan izin bermasalah tidak dapat beroperasi kembali.
Menurut dia, saat ini pertumbuhan mini market di Jakarta telah menjamur. Namun, izin usaha minimarket, khususnya yang beroperasi 24 jam, banyak yang bermasalah. "Sebagian minimarket yang besar itu bermasalah izinnya," ujar Foke.
Foke menuturkan, pemerintah berwenang untuk mengatur usaha mini market. Sehingga, tak mematikan usaha warung rumahan, toko kelontong, maupun pasar tradisional yang ada di Jakarta. "Lokasinya perlu diatur supaya tidak menyaingi pasar tradisional," katanya.
Karena itu, Foke mengajak pelaku usaha mini market untuk mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Pengusaha mini market, kata dia, juga harus ikut memelihara keamanan lingkungan di sekitar tempat usaha.
"Apalagi ini menjelang pelaksanaan pilkada dan Idul Fitri, peran aktif pengusaha dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan menjadi kunci situasi yang kondusif," ujarnya.
Sebelumnya, dua aksi perampokan terjadi di minimarket 24 jam wilayah Jakarta Timur dini hari tadi. Peristiwa pertama terjadi pukul 01.20 WIB di Alfamart Jalan Dewi Sartika. Pelaku berhasil membawa lari uang sebanyak Rp20 juta.
Pelaku juga menyekap empat orang pegawai, dan mengancam akan menembak jika mereka melawan. Dalam keadaan terancam, tiga karyawan tidak berkutik ketika diikat dengan tali sepatu dan disekap dalam mess karyawan.
Pelaku kemudian bertanya siapa yang memegang kunci brankas. Akhirnya salah satu pegawai menyerahkan kunci brankas. Tidak hanya itu, pelaku juga merampas ponsel milik pembeli bernama Tia.
Satu jam kemudian, sekitar pukul 02.30 WIB, komplotan perampok kembali beraksi di Alfamart, Jalan Wijaya Kusuma, Duren Sawit. Modus yang digunakan hampir sama dengan perampokan sebelumnya. Tiga orang pelaku yang membawa golok itu mengikat dua orang pegawai. Uang Rp65 juta berhasil mereka gondol.
-
Bikini Melorot, WAGs ManCity Umbar Payudara
-
Payudara Artis Ini Pikat Perusahaan Pakaian Italia
-
Kiper Ini Tetap Tampil Meski Sebutir Peluru Bersarang di Kepalanya
-
RD Puji Penampilan Radja Nainggolan
-
BBM Naik Ditolak, Bagi-bagi Dana Kompensasi Didukung
-
Andik Lengkapi Koleksinya dengan Kostum Radja Nainggolan
- Info Momentum
- Para Pemimpin Dunia Disusupi Alien?
- Kisah Kim Ung Yong, Manusia Super Jenius
- Ilmuwan: Ada Puluhan Miliar Planet Mirip Bumi di Jagat Raya
- Jaman Dulu Nenek Moyang Bangsa Indonesia Menguasai 2/3 Bumi
- Tragedi Pembantaian Massal 'Kali Angke'
- Idol Rock, Batu Seberat 200 Ton yang Seimbang
- Foto: F(X) Girl Band Asal Korea Selatan 5 Bidadari Cantik



