Razia Narkoba di Mobil Lita Versi Ipda Johan
Setelah dicek ke apotik, obat yang ditemukan ternyata bukan narkoba tapi obat alergi.
Razia polisi (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
VIVAnews - Pengakuan Sherlita Stephanie di Twitter tentang jebakan razia narkoba oleh polisi ramai jadi perbincangan. Saat itu, Lita--panggilan Sherlita--bersama rekannya, Yasmin, sedang melintas di Jalan Bangka, Jakarta Selatan.
Disetop polisi, demikian kata Lita, beberapa petugas ketika itu langsung membuka pintu belakang mobil Lita. Salah satunya yang memeriksa mobil Lita tiba-tiba berteriak mengaku menemukan obat-obatan yang dia katakan sebagai narkoba.
Namun, Ipda Johan Hanafi, anggota kepolisian yang melakukan razia di Jalan Bangka itu kini mengungkapkan cerita sendiri. Dalam rilis yang diedarkan Divisi Humas Mabes Polri, dia menceritakan kronologi versi dia.
Menurut Johan, Selasa kemarin, 19 Juni 2012, kepolisian sedang menggelar operasi resmi bernama "Operasi Cipta Kondisi 2012". Sebanyak 15 petugas melakukan razia di depan Apotek K-24, Jalan Bangka Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Berikut kronologinya:
Pukul 01.30 WIB
Briptu Feri Guntara, anggota Patko dengan nomor mobil 4043, menghentikan sebuah mobil Toyota Kijang Innova warna silver dengan nomor polisi tidak diingat yang dikemudikan oleh seorang perempuan--di mobil bersama perempuan lainnya--yang melintas dari arah Kemang menuju Jalan Bangka.
Kemudian mobil tersebut menepi. Saat itu terlihat pengemudi dan temannya berganti posisi duduk dalam keadaan panik.
Briptu Gatot Hariyadi menghampiri mobil tersebut, didahului dengan ucapan salam. Briptu Gatot Hariyadi meminta pengemudi dan penumpang untuk turun dari mobil guna memeriksa isi mobil tersebut.
Gatot menemukan 1 plastik klip bening yang berisi 1 strip obat. Lalu, Gatot bertanya siapa pemiliki obat tersebut. Perempuan itu berteriak: "Saya dijebak nih. Jangan jebak saya, ya!"
Aipda Teguh Widodo mengatakan, "Mbak, kami melakukan tugas resmi kepolisian dan kami melakukan operasi ini ada surat perintahnya. Apakah Mbak dalam pengaruh minuman keras?"
Perempuan tersebut kembali berbicara dengan nada keras: "Kalian tahu tidak, saya ini kenal dengan banyak pejabat Polri dan saya akan menelepon adik saya yang juga kenal banyak pejabat Polri. Kalian tunggu di sini. Saya juga kenal Pak Wisnu Polda Metro."
Perempuan tersebut lalu diminta untuk mengambil obat dalam plastik yang terletak di karpet jok tengah sebelah kiri. Karena perempuan tersebut tak juga mengambilnya, maka Gatot mengambilnya dengan disaksikan Briptu Ferry Guntara dan Aipda Teguh Widodo.
Pukul 02.00 WIB
Kemudian datang seorang lelaki yang disebut adik perempuan tersebut dan langsung menghampiri saya (Ipda Johan Hafani). Sebelum menemui saya, lelaki itu meminta kedua perempuan itu untuk masuk ke mobilnya karena kakaknya masih berbicara dengan nada keras.
Kemudian orang tersebut bertanya kepada saya (Ipda Johan) apakah barang atau obat itu ditemukan di karpet sebelah kiri jok penumpang yang ada di tengah mobil. Aipda Teguh Widodo ikut menjelaskan kepada orang tersebut bahwa setelah dilakukan pengecekan awal di Apotek K-24 yang berada di dekat lokasi tersebut, itu bukanlah obat terlarang melainkan obat alergi.
Setelah mendapat penjelasan dari saya selaku Perwira Pengawas yang bertanggung jawab dalam operasi dan Aipda Teguh Widodo selaku Provost, adik perempuan itu meminta maaf kepada saya dan Aipda Teguh Widodo, sambil berkata: "Maafkan kakak saya. Dia memang di pihak yang salah."
Pukul 02.30 WIB
Setelah dipastikan itu obat anti alergi, saya serahkan kepada adik perempuan tersebut. Selanjutnya kami bersalaman serta meninggalkan tempat tersebut.
Dalam pelaksanaan Operasi Cipta Kondisi tersebut tidak ada orang maupun barang yang diamankan di Polsek Mampang Prapatan. Identitas perempuan tersebut belum sempat didata karena yang bersangkutan masih dalam keadaan emosional.
* * *
"Laporan tertulis itu ditandatangani Johan dan dia juga bersumpah sudah membuat laporan dengan benar. Kapolsek Mampang Kompol Siswono juga turut membubuhkan tanda tangan," demikian dinyatakan dalam rilis kepolisian itu.
Atas peristiwa ini, Lita Stephanie menyatakan berencana melapor ke pihak berwenang. "Saat ini saya ingin tenang dulu, setelah itu baru melapor," kata dia kepada VIVAnews, Selasa. Tudingan gawat Lita itu dia tweet melalui aku Twitter-nya @litastephanie.
"Saya ngetwit spontan dan tanpa ekspekatasi apa-apa," ucap perempuan yang bekerja di sebuah perusahaan event organizer itu.
Kepolisian Daerah Metro Jaya sendiri telah meminta Lita melapor secara resmi bila memang merasa dijebak. "Bila merasa dirugikan baiknya diselesaikan agar tuntas. Jangan hanya berkoar dan membuat permasalahan meluas dan tidak ada jalan ke luar," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto. (kd)
-
Ashley Cole & Anton Ferdinand Nyaris Adu Jotos di Los Angeles
-
Menghebohkan, Remaja Ini Berenang Bersama Hiu 9 Meter
-
Kota Hilang Seperti "Atlantis" Ditemukan di Kamboja
-
Sewa PSK, Bintang Bayern Munich Terancam 3 Tahun Penjara
-
Video Biksu Naik Jet Pribadi Hebohkan Thailand
-
Harga BBM Jadi Naik, Mobil Seken Rp150 Juta Ramai Diincar
- Info Momentum
- Para Pemimpin Dunia Disusupi Alien?
- Kisah Kim Ung Yong, Manusia Super Jenius
- Ilmuwan: Ada Puluhan Miliar Planet Mirip Bumi di Jagat Raya
- Kupas Tuntas:Saat Radiasi Ponsel Sebabkan Kanker dan Kemandulan
- Tragedi Pembantaian Massal 'Kali Angke'
- Misteri Gurun Pasir Bernyanyi Di China
- Foto: F(X) Girl Band Asal Korea Selatan 5 Bidadari Cantik



