METRO

Ini Tata Cara Pencoblosan Pilkada DKI 2012

Surat suara dicetak sesuai dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Kamis, 21 Juni 2012
Oleh : Eko Priliawito, Dwifantya Aquina
Simulasi pemungutan suara

VIVAnews - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan sosialisasi mekanisme pencoblosan surat suara dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta yang akan dilaksanakan pada 11 Juli mendatang.

Ketua KPU DKI Jakarta, Dahliah Umar, mengatakan, ada tujuh karakteristik dalam surat suara Pemilukada DKI 2012 yang sifatnya rahasia dan hanya diketahui oleh anggota KPU.

"Hologram dalam surat suara hanya salah satu karakteristiknya saja. Masih ada enam karakteristik lainnya, sifatnya rahasia, untuk menghindari pemalsuan surat suara," kata Dahliah Umar dalam jumpa pers di kantor KPU DKI Jakarta, Jalan Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Juni 2012.

Dahliah menerangkan, surat suara yang dicetak KPU DKI sesuai dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang telah ditetapkan pada 2 Juni lalu yakni sejumlah 6.983.692.

"Jumlah surat suara plus 2,5 persen dari jumlah DPT sesuai aturan yang ada," ujarnya.

Ketua Kelompok Kerja bidang Sosialisasi KPU DKI Jakarta, Sumarno, menjelaskan tata cara pencoblosan surat suara yang sah yakni antara lain dengan mencoblos pada kotak atau kolom pasangan calon, foto pasangan calon, kolom nomor calon, atau kolom nama calon.

"Bisa juga dicoblos lebih dari satu kali tapi dalam kolom calon yang sama dan hanya boleh menggunakan alat coblos yang sah berupa paku yang disediakan oleh panitia pemungutan suara di masing-masing bilik," katanya.

Sementara pencoblosan yang dianggap tidak sah apabila pemilih mencoblos lebih dari satu kali pada kolom calon yang berbeda. Atau, mencoblos satu kali, namun diberi tanda khusus seperti tulisan.

"Pemilih juga tak boleh mencoblos surat suara di luar kotak atau kolom, dan mencoblos menggunakan alat lain yang tidak disediakan oleh KPU misalnya dengan rokok," katanya.

Menurut Sumarno, pada 1 Juli mendatang seluruh surat suara sudah berada di KPU DKI untuk selanjutnya didistribusikan ke enam wilayah DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu. Proses distribusi sendiri akan didampingi pihak kepolisian untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

"Maksimal dua hari sebelum pemungutan suara, logistik sudah sampai ke tempat pemungutan suara. Bilik kotak dan sebagainya sebagian sudah didistribusikan dari sekarang. Formulir dikirim bersamaan dengan surat suara," ujarnya.

Sedangkan, lanjutnya, kartu pemilih dan form C6 atau undangan pemilih, akan dibagikan maksimal tiga hari sebelum hari pemungutan suara.

"Teknis kartu dan surat undangan belum diterima pemilih, yang bersangkutan tetap bisa memilih asalkan terdaftar dan membawa identitas," tuturnya. (eh)

 

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found