Misteri Benda Langit di Balaraja Terungkap
Polisi masih menggali keterangan penyebab jatuhnya benda itu.
Benda langit jatuh di Duren Sawit (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
VIVAnews - Misteri benda yang jatuh dari langit di Kampung Nagrek, Desa Sentul, Balaraja, Tangerang, akhirnya terungkap. Hasil penelitian Lembaga penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), menyatakan benda tersebut bukan dari langit.
Benda yang jatuh menghancurkan sebuah sepeda motor dan melukai warga merupakan flywheel atau roda gila. Mesin itu diketahui milik PT Mandiri Union Sejati yang terletak di Jalan Raya Serang Km 26.5, Kampung Tobat, Balaraja.
"Benda tersebut merupakan flywheel atau roda gila yang lepas dari mesin utama saat pecah," kata Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Balaraja, Inspektur Dua Rolando Hutajulu, Jumat 22 Juni 2012
Mesin itu terpental dengan kecepatan 900 rpm dari lokasi pabrik yang berjarak kurang lebih 1 Km dari lokasi jatuhnya benda. Hingga saat ini polisi masih menggali keterangan untuk mengetahui penyebab pecahnya
flywheel atau roda gila yang diameternya berukuran 180 Cm itu.
Benda asing yang sempat diduga meteor atau sampah antariksa jatuh di sebuah mess Karyawan PT Mitra Rejeki, Kamis subuh 21 Juni 2012. Benda itu dan menghancurkan sebuah sepeda motor hingga melukai Riswan seorang karyawan yang tengah tidur. (umi)
-
ManCity Berencana Akuisisi Klub Indonesia
-
Farrah Abraham Kesal Video Pornonya Dicibir
-
Cheerleaders Seksi Crystal Palace Dilarang Tampil di Wembley
-
Drogba Dapat "Serangan Mendadak" dari Fans
-
Pato Digosipkan Selingkuh dengan Presenter Cantik Ini
-
Tangis Haru Beckham Iringi Kemenangan PSG di Parc des Princes
Kayaknya di atas tulisannya "flywheel" gk ada tulisan "playwill"
- Info Momentum
- Misteri Persamaan Kasus Pembunuhan Mary Ashford dan Barbara Forrest
- Corpse Candle, Menguak Misteri Lilin Kematian
- Misteri Dimensi Pararel di Segitiga Bennington
- Kebetulan yang Menakjubkan dalam Kematian
- 5 Pasangan Ayah dan Anak Menjadi Presiden
- Join [Game] Team A vs Team B
- FOTO Kegiatan Harian Pesumo di Jepang



