METRO

Jokowi Janjikan Kartu Sehat dan Kartu Pintar

Enam calon gubernur kembali "berperang" mengumbar janji manis.

ddd
Minggu, 24 Juni 2012, 21:15 Pipiet Tri Noorastuti, Nila Chrisna Yulika
Enam cagub DKI yang bertarung.
Enam cagub DKI yang bertarung. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Enam calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta kembali "berperang". Usai mengawali kampanye di hadapan anggota DPRD DKI Jakarta, mereka langsung menuju Hotel Melia untuk memaparkan visi dan misi mereka di hadapan media dengan tajuk 'Jakarta Mencari Pemimpin'.

Dalam debat kali ini, pasangan Jokowi-Ahok menjanjikan terobosan baru, diantaranya kartu sehat dan kartu pintar untuk kalangan tidak mampu. Menjanjikan ketersediaan pendidikan gratis dari tingkat dasar sampai tingkat menengah atas.

Untuk anak-anak Sekolah Menengah Kejuruan akan dibekali dengan keterampilan lain usai menyelesaikan sekolahnya. Agar mereka bisa langsung bekerja.

Jokowi memastikan program ini tak akan gagal di Jakarta. "Ini bukan mimpi, kartu sehat dan kartu pintar sudah ada di Solo," kata Jokowi dalam debat di Grand Melia, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Minggu, 24 Juni 2012.

Selain masalah pendidikan, yang menjadi fokusnya adakah penanganan macet. Ia menjanjikan 1.000 unit busway, peremajaan kopaja, mempercepat pembangunan monorel dan penataan PKL dan pasar. "Kami bukan ingin menggerakan mobil, tapi menggerakkan masyarakat," kata Jokowi.

Untuk mewujudkannya, kata Jokowi, yang harus dilakukan pertama adalah perbaikan sistem. Sistem cukup dibangun satu tahun, sementara pada tahun berikutnya adalah monitoring terhadap program.

"Yang namanya birokrasi resistansinya hanya di tahun pertama, kalau ada sistem baik semua akan baik di tahun-tahun setelahnya," ujarnya. "Yang penting adalah manajemen kontrol yang terus menerus, kita harus selalu banyak di lapangan untuk manajemen kontrol, untuk mengetahui apa kebutuhan masyarakat."

Debat melibatkan sejumlah panelis seperti, Ekonom dari ECONIT, Hendri Saparini; Ketua Umum MTI UGM, Danang Paringkesit; dan pakar dari LIPI, Siti Zuhro. (adi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
paidjoireng
28/06/2012
ga perlu janji muluk ya pak.. yang penting jangan ada korupsi diantara kita...
Balas   • Laporkan
kurocanbibeh
25/06/2012
busway penuhnya cuman jam masuk dan keluar kantor doang pak.. jadi mendingan busway ga usah di banyakin...
Balas   • Laporkan
yudiariansyah
25/06/2012
kok jokowi banyak bicara soal sistem ya semalam yang mana panelisnya aja kagak ngerti maksud sistemnya gmana ?
Balas   • Laporkan
pak jokowi bukan orang jakarta, ..... dulu sebelum ada busway jakarta jauuuuuhhhh lebih lancar. busway bukan solusi. BUSWAY = MASALAH. BUSWAY = PENYEBAB MACET.
Balas   • Laporkan
busway tdk cocok dgn kondisi macet jakarta. jakarta macet saat jam masuk & pulang kantor. tapi dengan dipotongnya jalan untuk busway akibatnya saat jam non sibuk pun jadi macet,......
Balas   • Laporkan
pak, 1.000 busway mubasir. Busway cuma perlu saat jam2 masuk & pulang kantor. Coba bapak naik busway jam 12 siang,.....kosong melompong.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru