METRO

FBR Berharap Tak Lagi Bentrok dengan PP

"Yang saya lihat, yang mengerjakan ini tangan-tangan terampil."

ddd
Selasa, 3 Juli 2012, 17:42 Elin Yunita Kristanti, Luqman Rimadi
Paska bentrok, FBR telah berdamai dengan PP
Paska bentrok, FBR telah berdamai dengan PP (pomponk.multiply.com)

VIVAnews -- Paska pertemuan antara Ormas Forum Betawi Rempug (FBR) dan Pemuda Pancasila (PP) yang berujung perdamaian, Ketua umum FBR Pusat, KH. Lutfie Hakim berharap bentrok antara organisasi yang ia pimpin tidak terulang lagi.

"Kami harap tidak ada lagi peristiwa ini dan masing- masing pihak bisa saling berangkulan, bergandeng tangan dan kembali mengabdi kepada masyarakat," ujar Lutfie ketika berbincang dengan VIVAnews di kediamannya di Kawasan Ujung Menteng, Jakarta Timur.

Ia sendiri mengatakan, untuk mencegah berulangnya keributan antara organisasinya dan Pemuda Pancasila, pihaknya telah melakukan pembinaan kepada seluruh anggotanya.

"Saat ini kami di pusat secara intensif terus melakukan briefing pada teman-teman dalam setiap kegiatan, agar mereka hilangkan pikiran dan prasangka terhadap salah satu ormas," kata Lutfie.

Ditanya apakah peristiwa ini memang sengaja dibuat oleh pihak tertentu untuk mengacaukan Pilkada DKI Jakarta? Lutfie enggan berkomentar.

"Saya tidak akan katakan ini pekerjaan siapa, tapi yang saya lihat, yang mengerjakan ini tangan-tangan terampil, persoalannya berkaitan atau tidak saya nggak tahu, karena segala apapun pasti ada implikasi politiknya," kata Lutfie. "Sudah jelas yang terjadi pada FBR akan berimpilkasi pada dukungan FBR pada salah satu calon gubernur."

Lebih lanjut Lutfie mengatakan, usai kesepakatan damai dengan pihak Pemuda Pancasila, langkah selanjutnya adalah juga menjadi tugas pemerintah untuk menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat.

"Gimana langkah damai ini bisa disinergikan dari atas sampai bawah, dengan kegiatan- kegiatan positif, bukan hanya berguna bagi kedua organisasi tapi juga masyarakat," ujarnya.

Pada Rabu dini hari, 27 Juni 2012 lalu, 10 anggota FBR yang sedang duduk-duduk di gardu tiba-tiba diserang membabi-buta oleh sekitar 60 orang. Mereka datang menggunakan satu mobil Nissan Terrano dan 35 sepeda motor.

Muhidin alias Picu, Ketua Gardu 287 FBR, Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan tewas terkena bacokan. Kepolisian Resor Tangerang Kabupaten telah menetapkan lima orang tersangka yang merupakan anggota PP. (sj)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
melinuxid
04/07/2012
mengabdi sebagai apa ???......
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com