METRO

Ahok Gratiskan Belajar Hingga Kuliah

Ahok menilai ada kendala transparansi anggaran pendidikan.

ddd
Selasa, 3 Juli 2012, 21:51 Arry Anggadha, Luqman Rimadi
Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok
Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama menilai pendidikan gratis di DKI Jakarta sudah seharusnya sampai tingkat perguruan tinggi. Apalagi didukung anggaran pendidikan hingga 28 persen dari APBD.

"Anggaran pendidikan di DKI itu 10 triliun, dua kali dari APBD Surabaya, jadi sangat kecil kalau hanya gratis sampai SMA. Harus sampai perguruan tinggi, dengan program beasiswa," kata Ahok, di Jakarta, Selasa 3 Juli 2012.

Ia mengatakan persoalan transparansi anggaran menjadi kendala tidak terlaksannya pendidikan gratis sampai perguruan tinggi. Masyarakat tidak mengetahui secara jelas jumlah dan kemana aliran dana pendidikan disalurkan.

Ia menegaskan jika terpilih nanti akan melakukan efisiensi di sejumlah aspek belanja dan biaya proyek dalam anggaran pendidikan, sehingga kebijakan gratis sampai perguruan tinggi dapat terlaksana.

Selain masalah pendidikan, Ahok juga berjanji meningkatkan besaran Tunjangan Kerja Daerah (TKD) untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) Jakarta. "Adanya Peningkatan TKD, PNS dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Dengan jumlah APBD DKI yang ada, saya yakin mampu memberikan peningkatan tunjangan kepada PNS," ujarnya.

Calon yang diusung Partai Gerindra ini juga mengusulkan pemberian insentif kepada pengurus RT dan RW. Insentif ini, lanjut Ahok, sudah pernah dipraktikkan di Solo dan Belitung.

Menurutnya, honor yang layak diterima pengurus RT dan RW di Jakarta adalah Rp1 juta. "Sekarang DKI memang sudah berikan tunjangan kepada RT dan RW sebesar Rp650-750 ribu. Mereka butuh honor tapi jelas uang ini bisa dipakai bersama keluarganya," tuturnya.

Sementara itu, Joko Widodo, juga sesumbar membuat program bedah kampung. "Kami ada program penataan kampung. Jakarta dimulai penataannya dari kampung, bukan dari pusat kota. Itu yang keliru," ujarnya.

Walikota Solo ini juga menjelaskan akan membuat Ruang Terbuka Hijau di perkampungan warga. Menurutnya, kondisi kampung-kampung itu akan baik jika tata kelola anggaran, tepat sasaran.

"Anggaran penataan kampung saya belum hitung, tetapi kami punya datanya. Penataan kota dimulai dari penataan kampung, konsepnya itu. Bukan dari pusat kota seperti Sudirman, Thamrin, atau Kuningan," ujarnya. (umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
Memang harusnya demikian, 28 TRILIYUN logikanya pendidikan harus gratis sampai kuliah + pemberian bea siswa murid teladan. Klo yg ngomong Jokowi-Ahok percaya. Kalo bang kumis yg ngomong ya... ke laut aja. Siapapun DKI1 yg pnting jgn si kumis yg penuh kutu
Balas   • Laporkan
andew
04/07/2012
benar kmren pas menjabat bupati beltim perasaan gak ada yang tuntas itu masalah awalnya aja manis doang terus ditinggalin buat jadi gubernur babel dasar kutu loncat
Balas   • Laporkan
muhamadsaugi.saugi
04/07/2012
Yg belum pernah mnjabat Program-2nya hanya berjanji meneruskan+mengekor kpd yg sdh teruji...Janji boleh-2 saja. lha whong kl kepilih kandidat-2 yg blm pernah menjabat sudah tinggal enaknya sj+meneruskan program...cb jika mrk menjabat sblm JKT spt sekarang
Balas   • Laporkan
sodom
04/07/2012
Saya sangat yakin dengan program ini asal diprakrekan secara transparan dan masyarakat menbgetahuinya. Masyarakat jangan hanya puas dengan keadaan sekarang yg belum transparan. masyarakat harus lbh terlibat dan dilibatkan agar tdk terjadi korupsi
Balas   • Laporkan
lumpur_lapindo
04/07/2012
ampuh banget kampanyenya gratis belajar sampe kul? bebas uang SPP,n semesteran dong?? besar banget omonganya..
Balas   • Laporkan
siska757
03/07/2012
janji-janji tinggal janji, tak teruji gigit jari, ujung-ujung masih lari..yo ayo pilih jokowi.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru