METRO

Para Pencoblos Difabel Harus Difasilitasi

Biem dapat laporan banyak pencoblos difabel belum tahu cara coblos.

ddd
Rabu, 11 Juli 2012, 06:48 Bayu Galih, Sukirno
Simulasi Pemilu untuk penyandang cacat di Jakarta
Simulasi Pemilu untuk penyandang cacat di Jakarta (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta dari jalur independen, Biem Benjamin, mendesak pemerintah DKI Jakarta untuk menjamin hak para pemilih penyandang Difabel (Orang Dengan Kecacatan/ODK) untuk menggunakan hak pilih mereka pada 11 Juli besok.

"Saya mendapat informasi dari salah satu staf saya yang tuna wicara bahwa banyak teman-temanya yang belum mengetahui bagaimana untuk melakukan pencoblosan akibat keterbatasan fisik mereka," kata Biem, dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews, Selasa malam 10 Juli 2012.
 
Biem menuturkan, dia mempunyai karyawan yang mengalami keterbatasan fisik sebagai bagian dari komitmennya untuk memenuhi kuota satu persen tentang penempatan tenaga kerja ODK yang diamanatkan oleh Undang-Undang No 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat.

"Saya berkomitmen bahwa untuk memberikan peluang tenaga kerja bagi ODK , khususnya dimulai dari lapangan kerja di pelayanan publik yang masih menjadi domain pemda," ucapnya.
 
Biem mengungkapkan, menurut data terbaru, jumlah penyandang cacat di Indonesia tercatat penyandang tuna netra sebanyak 1.749.981 jiwa, tuna rungu wicara 602.784 jiwa, tuna daksa 1.652.741 jiwa, dan tuna grahita 777.761 jiwa. Di Jakarta sendiri ada 21.000 jiwa.
 
Penyandang disabilitas akan terus meningkat mengingat struktur umur penduduk semakin menua, epidemologi ke arah kronik degeneratif, kecelakaan dan bencana alam.
 
Biem menilai, isu perempuan dengan penyandang disabilitas penting untuk diperhatikan lebih seksama karena mereka mengalami multi diskriminasi, yaitu sebagai perempuan, penyandang disabilitas, dan sebagian dari mereka hidup dalam kemiskinan.

Kementerian Sosial Republik Indonesia memperkirakan populasi penyandang cacat dinegara ini sebesar 3,11 persen, sementara data Kementerian Kesehatan lebih besar yaitu 6 persen.
 
Data WHO menyebutkan bahwa jumlah penyandang cacat di negara - negara berkembang sebesar 10 persen dari total penduduk.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru