METRO

Pilkada DKI di Putaran Kedua Bakal Sengit

Suara pemilih yang mengalir juga bisa diterka.

ddd
Kamis, 12 Juli 2012, 06:58 Eko Priliawito, Sukirno
Joko Widodo dan Fauzi Bowo
Joko Widodo dan Fauzi Bowo  

VIVAnews - Dengan hasil hitung cepat sementara pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaya Purnama unggul dari pasangan incumbent Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli. Dari hasil itu, dua kandidat ini diperkirakan akan bertarung dalam putaran dua.

Direktur Riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Arman Salam, mengatakan, kedua pasangan itu akan masuk ke putaran kedua karena tidak ada satu pasangan calon gubernur yang memperoleh suara mencapai 50 persen plus satu. Lalu bagaimana peluang keduanya di putaran kedua?

"Dua-duanya punya kesempatan sama, dua-duanya punya karakter, punya image building," kata Arman kepada VIVAnews.

Kata Arman, pasangan Foke-Nara, mempunyai keunggulan sebagai pasangan incumbent. Seluruh kekuatannya akan dikerahkan, baik dari sisi kampanye, dana, maupun tim pemenangan.

"Kalau dari peta yang ada, selisih hanya sembilan persen bukan relatif jauh. Akan ada pertarungan yang sengit. Akan menjadi pertarungan politik, uang dan strategi," ujarnya.

Dia menegaskan, soal ke mana suara pemilih kandidat yang tidak lolos ke putaran kedua dapat dilihat dari pernyataan politik para calon itu ke kedua pasangan yang bertarung. Meski begitu, tak ada jaminan suara akan mengalir deras seperti diucapkan, tapi tendensi pemilih bisa diterka.

"Kemungkinan, pemilih PKS yang berkarakter nasionalis-religius mayoritas akan ke Foke, sebaliknya yang nasionalis pemilih Alex dan pasangan Independen mayoritas akan ke Jokowi," kata dia.

Kendati demikian, meskipun suara Hidayat-Didik akan ke Foke, Arman menilai hal itu akan cukup berat untuk mencapai 50 persen lebih. Dia juga memberi catatan khusus, terdapat angka golput yang cukup tinggi hampir menyentuh 40 persen.

"Cukup besar itu. Golput sebagai bahan renungan untuk semuanya. Siapa yang bisa merebut angka golput. Kekalahan Foke bisa jadi Foke tidak bisa membujuk pemilih untuk datang ke TPS," dia menegaskan.

Sementara itu, menakar peluang kedua calon yang akan berlaga di putaran kedua, Arman menjelaskan, keduanya mempunyai peluang yang sama. Fauzi Bowo sebagai pasangan incumbent dinilai masyarakat sudah teruji memimpin Jakarta.

"Entah itu dinilai berhasil atau tidak berhasil memimpin. Dia juga paling populer dengan jaringan birokrasi yang lebih kuat dibanding yang lainnya," kata dia.

Sementara Jokowi, kata Arman, mempunyai kelebihan secara personal sebagai tokoh yang fenomenal. Jokowi sebagai walikota terbaik sudah terlebih dulu berkiprah di luar Jakarta. Kepemimpinan Jokowi sudah terbentuk sebelum memasuki kota Jakarta sebagai calon gubernur.

"Cukup menarik simpati masyarakat, proses pendekatannya menyentuh, itu terkadang cukup efektif. Jokowi fenomenal dengan program-program fenomenalnya," katanya.

Dia menilai, secara personal Jokowi lebih unggul dibandingkan dengan Foke. Namun, secara politik Foke lebih unggul yaitu dari sisi dukungan elit, dana dan birokrasi. "Secara personal, dari publik dia punya program yang tidak sulit dipahami, menyentuh sasaran, lebih instan, misalnya kartu pintar kan sederhana tapi menyentuh," katanya.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
Foke: apa yg anda hasilkan selama 10 tahun di DKI?? APBD paling banyak tapi untuk sekolah.rumah sakit.rumah susun kaga mampu. malah banyak Mall Mall. Dah cukup duit loe buat 10 turunan. sekarang turun ajah dah. kasi ama yg pro rakyat miskin
Balas   • Laporkan
tai_katak
13/07/2012
Soal siapa merngkul siapa tak prlu diprsoalkan. Yg pntng smua tujuannya satu. Tdk korupsi, rkyat sjhtera, aman, tdk mmcah belah rkyat, mngakui keberagaman dn kbhinekaan.
Balas   • Laporkan
donilesmana
12/07/2012
selamat untuk para calon yang lolos ke putaran 2 nanti. tetep jaga agar pilkada putaran 2 nanti berlangsung dengan jujur adil dan bersih, dan untuk masyarakat agar dapat aktif berpartisipasi sehingga tidak ada lagi golput dalam pilkada putaran 2.
Balas   • Laporkan
cla10xboy
12/07/2012
Masing ingat Pak Priyanto, wagub DKI? Beliau punya kliping bukti kasus korupsinya Foke... mari kita kasih kesempatan bang Foke mempertanggungjawabkan perbuatannya, dengan memilih Jokowi-Ahok. Kalau tidak terpilih lagi, pasti Foke akan berakhir di penjara!
Balas   • Laporkan
Klungsu
12/07/2012
siapapun yang terpilih semoga mampu membuat perubahan untuk perbaikan Jakarta.....
Balas   • Laporkan
w4ld3x15
12/07/2012
warga jakarta yg suaranya pindah ke foke.,.,.,gila bener warga karata yg suaranya sukarela kasih ke jokowi ahok.,..luarbiasa.,.,.,.,.manatap
Balas   • Laporkan
hdewanggarani
12/07/2012
Semoga jakarta bisa dipimpin oleh warga Jakarta yang benar2 mengerti seluk beluk Jakarta dan segala permasalahan yang ada di dalamnya.
Balas   • Laporkan
program-program jokowi dlm membangun kota solo menjadi sesuatu yg diharapkan jd terobosan untuk kota jakarta, semoga berhasil joko-basuki...!!!
Balas   • Laporkan
asmadiyanti
12/07/2012
secara, keduanya memiliki basis massa yang kuat. tapi siapapun yang menang nanti, yang paling baik dan diharapkan adalah yang mengerti Jakarta sepenuhnya. Tidak hanya kata-kata :)
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com