METRO

Lima Tips Mudik Aman Naik Sepeda Motor

Faktor utama adalah soal kapasitas muatan kendaraan bermotor.
Rabu, 15 Agustus 2012
Oleh : Eko Priliawito, Luqman Rimadi
Mudik dengan Sepeda Motor

VIVAnews - Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperkirakan 1.533.340 warga Jakarta yang akan mudik atau pulang kampung dengan kendaraan roda dua. Sepeda motor memang masih jadi pilihan utama untuk mudik.
 
Jumlah pemudik itu meningkat cukup drastis dibandingkan data tahun lalu yang hanya mencapai 1.199.867 jiwa. Jumlah ini berbanding lurus dengan angka kecelakaan yang dialami warga yang mudik menggunakan sepeda motor.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Dwi Sigit Nurmantyas mengatakan, mudik dengan sepeda motor sebenarnya memiliki risiko yang cukup besar, karena sepeda motor memang tidak dirancang untuk perjalanan jauh.

Namun, bila terpaksa harus menggunakan sepeda motor, ada lima hal yang harus diperhatikan bagi pemudik motor. Yang pertama, mengenai kapasitas muatan. Diimbau agar kendaraan hanya ditumpangi dua orang dan tidak membawa barang secara berlebihan.

"Kalau membawa anak-istri, baiknya tidak menggunakan sepeda motor dan beralih naik kendaraan yang lain," katanya.

Dwi Sigit menambahkan, Polda Metro telah menyiapkan 15 bus di check point Citra Raya, Tangerang, dan Kedung Waringin, Bekasi untuk pemudik motor secara gratis. "Jadi, anak dan istri bisa naik bus, suaminya silakan pakai motor," katanya.

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah kondisi sepeda motor yang prima. Harus mengikuti standar keselamatan untuk jarak tempuh jauh. Penumpang maupun pengendara harus menggunakan helm, sepatu, jaket, dan sarung tangan.

"Sistem pengereman, lampu, dan kelengkapan spion juga harus diperhatikan. Ini untuk keselamatan di jalan. Cek ke bengkel sebelum berangkat," ujarnya.

Guna menjaga kondisi tetap prima, hal ketiga yang perlu dipersiapkan adalah air mineral dan jas hujan. Barang itu perlu dibawa untuk mengantisipasi hal tidak diharapkan, seperti cuaca buruk atau kelelahan saat di perjalanan. Sementara itu, yang keempat, pemudik motor diingatkan untuk beristirahat setiap 4 hingga 5 jam perjalanan.

"Tubuh manusia ada batasnya dan sudah ada ketentuannya untuk istirahat 4-5 jam sekali. Jangan pernah dipaksakan. Istirahat bisa dilakukan di pos pengamanan dan pelayanan mudik," katanya.

Syarat terakhir yang harus diperhatikan adalah persiapan mudik yang aman bagi anak. Mudik menggunakan sepeda motor juga sangat berisiko besar bagi anak-anak. Daya tubuh anak lebih rentan dibandingkan orang dewasa. Cuaca dingin, panas, dan debu bisa saja membuat anak cepat lelah.

"Paling baik memang naik bus yang sudah disediakan. Jangan bawa anak kalau naik motor," Kata Dwi Sigit. (art)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found