Survei LSI: 55,6 Persen Pemilih PKS Pilih Foke
Pasangan Foke-Nara dinilai lebih mampuh selesaikan persoalan Jakarta.
Fauzi Bowo disambut warga saat kampanye (VIVAnews/ Muhamad Solihin)
VIVAnews - Berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI), pada pemungutan suara pemilihan kepada daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua nanti, mayoritas pemilih dari partai pendukung Foke-Nara belum memberikan banyak dukungan.
"Dari tiga partai besar selain PKS yang mendukung Foke-Nara, yang memilih pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli masih di bawah 50 persen," ujar Direktur Riset LSI, Arman Salam, di Kantor LSI, Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Selasa, 18 September 2012.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada September dengan melibatkan 440 responden dan margin error 4,8 persen ini, Arman mengatakan pemilih dari partai besar pendukung Foke-Nara memungkinkan juga beralih ke pasangan Jokowi-Ahok.
"Pemilih PKS yang akan memilih Foke-Nara dengan presentase sebanyak 55,6 persen, sedangkan yang memilih Jokowi-Ahok sebanyak 25,8 persen," ujarnya.
Berdasarkan survei itu, pemilih Partai Demokrat yang akan memilih Foke-Nara sebanyak 47,7 persen sedangkan yang akan memilih Jokowi-Ahok 41,9 persen. Selanjutnya pemilih dari partai pendukung Foke-Nara dari PPP, sebanyak 49,1 persen akan memilih Foke-Nara, sedangkan yang akan memilih Jokowi-Ahok sebanyak 34,2 persen.
Tidak jauh berbeda dengan PPP, sebanyak 49,5 persen pemilih Partai Golkar juga akan memilih Foke-Nara, dan sebanyak 46 persen akan memilih Jokowi Ahok.
Dukungan dari pendukung partai menurut Amran, dikarenakan tren Pilkada yang lebih mengedepankan figur dibandingkan partai. "Ini wajar saja, karena yang bertarung adalah figur, jadi kepribadian calon sangat berpengaruh pada dukungan yang diberikan publik," katanya.
Berdasarkan hasil survei yang sama, pasangan Foke-Nara dinilai lebih mampuh menyelesaikan persoalan Jakarta dengan tingkat penyelesaian sekitar 38,50 persen dan pasangan Jokowi-Ahok 30,30 persen.
Masyarakat Memilih Program Kongkret
Berbeda dengan hasil survei LSI, menurut dosen Universitas Al Azhar, Al Araf, partai politik menjadikan proses Pilkada DKI Jakarta sebagai "batu loncatan" dan syarat kepentingan pencalonan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.
Karena itu, masyarakat DKI Jakarta harus memperhatikan siapa tokoh di balik para pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur.
"DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara sehingga proses pencalonan gubernur dengan pencaloan presiden menjadi simbiosis mutualisme," katanya saat diskusi Pemilukada DKI Jakarta "Prospek Penegakan HAM di DKI Jakarta Pasca Pilkada 2012" di Jakarta hari ini.
Al Araf menambahkan, calon presiden membutuhkan kemenangan Pemilukada DKI Jakarta, agar memuluskan pada pertarungan Pilpres 2014. Pertarungan Pilkada putara kedua akan berlangsung ketat. Diprediksi, masyarakat yang rasional akan memilih pasangan yang memiliki program konkret. (adi)
-
Heboh Insiden Celana Dalam Seleb Cantik Dunia (I)
-
Cetak Gol, Ronaldinho Lempar "Granat" ke Suporter
-
Starting XI Pemain Termahal Dalam Sejarah Sepakbola
-
Mantan Selingkuhan Lampard Kapok Tidur dengan Selebriti
-
Cinta Segitiga Mourinho Berakhir Damai
-
Heboh Insiden Celana Dalam Seleb Cantik Hollywood (II)
GA USAH BAWA-BAWA SARA DISINI!! ORANG-ORANG KAYA KAMU INI YANG BIKIN NEGARA RUSAK!! PERBAIKI DULU ADABMU ITU! BARU COMMENT DISINI!
sudah bukan berbicara konsep lagi... tapi masih dan sedang berjalan...
- Info Momentum
- Misteri Puzzle yang Menyelimuti Antartica
- Tehnik Manusia Terbang dalam Pembuatan Piramida Mesir
- Rahasia Illuminati dalam Uang Rp.10ribu Indonesia
- Orang Aceh Misterius yang Menembak Jend. Kohler pada Zaman Penjajahan
- Misteri Hilangnya 13 Aktifis Menjelang Reformasi
- FOTO dan VIDEO: Festival Olahraga Gulat Gambia
- VIDEO: Behind The Scene Baby Julius di Popular


