METRO

Gajah Langka Melahirkan Diiringi Musik Dangdut

Gajah Sumatera terancam punah sama sekali dalam waktu 30 tahun.
Kamis, 20 September 2012
Oleh : Elin Yunita Kristanti
Gajah Sumatera bernama Suci melahirkan

VIVAnews -- Selangkah lagi, Gajah Sumatera di ambang kepunahan. Binatang bernama Latin, Elephas maximus sumatranus itu sekitar 30 tahun lagi tinggal sejarah, jika tidak ada langkah signifikan untuk melindungi habibat mereka yang musnah.

Meski demikian, kabar baik datang dari Sampoiniet–Aceh Jaya. Seekor Gajah Sumatera bernama Suci melahirkan seekor anak. "Sekira 21 bulan yang lalu, Suci, gajah patroli terlatih disambangi oleh seekor jantan liar, dari kelompok gajah yang hidup di kawasan hutan kamp Conservation Response Unit (CRU) yang kelak menjadi ayah anaknya," kata Manajer Lapangan FFI-Aceh, Wahdi Azmi dalam keterangan yang diterima VIVAnews, Kamis 20 September 2012.

Seperti kebiasan para induk gajah lainya, Suci memilih waktu dini hari untuk melahirkan bayinya, namun tanpa memberikan pertanda untuk para petugas. "Sehingga mengecoh para petugas yang menduga kelahiran masih sekitar satu bulan lagi," kata dia.

Proses Suci melahirkan direkam oleh seorang perawat gajah bernama Kompos. "Dengan perekam video dari ponselnya, dan diberi soundtrack lagu dangdut yang sedang top," kata Wahdi.

Anaknya lahir dengan sehat. Hanya beberapa jam setelah lahir, si kecil menyergap putik susu induknya. Ia masih menunggu nama yang tepat untuk disandangnya selama sisa hidupnya kelak. "Pemilihan nama kali ini harus super hati hati," kata Wahdi.

Maksudnya? Dia menjelaskan, jangan sampai nama itu menyinggung kritisnya kondisi spesies Gajah Sumatera. Tentang habitatnya yang porak poranda populasi merosot tajam. Namanya harus mengandung semangat dan harapan.

Sebelumnya, International Union for Conservation of Nature (IUCN), lembaga pemeringkat status spesies-spesies makhluk hidup telah menaikkan peringkat gajah Sumatera dari ‘endangered’ menjadi ‘critically endangered’ setelah hampir 70 persen habitat dan separuh populasi gajah tersebut musnah hanya dalam satu generasi saja.

Penyebab utamanya adalah penebangan hutan yang menjadi habitat gajah dan konversi hutan menjadi lahan pertanian. Praktik serupa juga mengancam Harimau Sumatera dan Badak Jawa.

“Gajah Sumatera masuk ke daftar spesies hewan Indonesia yang sangat terancam punah. Daftar yang terus membengkak ini mencakup juga orangutan Sumatera, badak Jawa dan Sumatera, serta harimau Sumatera,” kata Carlos Drews, Director of Global Species Programme WWF, dikutip dari Reuters, Rabu 25 Januari 2012.

Jika tidak ada tindakan konservasi efektif yang dilakukan, menurut Drews, hewan mengagumkan ini kemungkinan akan punah dalam masa hidup manusia. Saat ini, diperkirakan hanya tersisa 2.400 hingga 2.800 ekor gajah Sumatera yang hidup di alam bebas. Jumlah ini turun 50 persen dibandingkan dengan perkiraan 1985. (sj)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found