METRO

Mengaku Dirampok, Cagub Papua Diminta Lapor Polisi

Ruben Marey, 43, juga mengaku disekap di apartemen di Jakarta Barat.

ddd
Jum'at, 16 November 2012, 17:11 Ita Lismawati F. Malau, Siti Ruqoyah
Komisaris Besar Rikwanto (kiri)
Komisaris Besar Rikwanto (kiri) (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Kepolisian hingga kini belum menerima laporan korban perampokan dan penyekapan Ruben Marey, 43. Sebelumnya, calon gubernur Papua itu mengaku dirampok di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa 13 November lalu.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengaku sudah memeriksa semua SPK di Polsek dan Polres yang berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya, tetapi belum ada laporan kejadian tersebut.

"Kami harapkan korban untuk segera melaporkan untuk diusut. Nanti, kami akan tanyakan mulai dari ambil uang di mana, disetorkan di mana, disekap di mana, akan ditelusuri. Kalau memang benar akan ada pengungkapan lebih lanjut. Katanya, mau daftar dulu jadi balon gubernur Papua, kalau urusannya selesai, ya lapor," kata Rikwanto, Jumat 16 November 2012.

Jika korban terus menunda melapor, polisi khawatir pelaku kabur lebih jauh dan barang bukti berupa uang US$1 juta akan dihilangkan. Sejauh ini, Rikwanto menjelaskan, polisi belum mengusut nomor polisi pelaku.

Sebelumnya, Ruben mengaku dirampok oleh tiga orang berbadan tegap sehabis menyetorkan uang US$300 ribu di ATM PT Bank Mandiri Tbk Gatot Subroto. Ruben langsung dipepet dan dimasukkan ke dalam mobil Avanza, kemudian disekap di salah satu apartemen di kawasan Jakarta Barat.

Pelaku juga membawa senjata api jenis Colt untuk menakut-nakuti korban saat di dalam mobil dan juga di apartemen. Kerugian atas kejadian tersebut mencapai US$1 juta. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com