METRO

Kepala Stasiun Manggarai Kecam Lonjakan Tarif Ojek di Kala Banjir

Rute Manggarai-Senen yang biasanya Rp15-20 ribu naik jadi Rp.100 ribu.

ddd
Senin, 21 Januari 2013, 13:37 Ita Lismawati F. Malau, Anggi Kusumadewi, Syahrul Ansyari
Tukang ojek memanfaatkan bencana banjir dengan menaikkan tarif di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.
Tukang ojek memanfaatkan bencana banjir dengan menaikkan tarif di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. (ANTARA/Andika Wahyu)

VIVAnews - Kepala Stasiun Kereta Api Manggarai, Suratman, mengecam perilaku tak terpuji para tukang ojek yang mangkal di depan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Di tengah krisis banjir di Ibu Kota, mereka seenaknya naikkan tarif yang tak masuk akal sehingga menambah derita para penumpang kereta, yang berjuang keras sampai ke tujuan.

Suratman menilai para tukang ojek yang menaikkan tarif jasa terlalu tinggi tidak memiliki kepekaan sosial saat banyak warga Jabodetabek sedang kesulitan angkutan karena krisis banjir. Mereka memanfaatkan tumpukan penumpang yang tiba di Manggarai akibat kereta dari Bogor, Depok, dan Bekasi tidak bisa meneruskan perjalanan ke tengah kota.

"Ini budaya yang ada di masyarakat kita. Katanya kesempatan, bagaimana caranya memperoleh keuntungan," kata Suratman di kantornya, Jakarta, Senin 21 Januari 2013.

Suratman mengungkapkan tukang ojek di Stasiun Manggarai menaikkan harga sedikitnya lima kali lipat dari harga biasanya. Dia mencontohkan harga dari stasiun ke Senen sebelumnya antara Rp15 ribu sampai dengan Rp20 ribu setelah banjir menjadi Rp100 ribu.

"Saya turut prihatin. Sementara penumpang bekerja setiap hari tapi kenaikan tarif terlalu tinggi," ujarnya.

Harga Selangit

Suratman mengaku paham jika tujuan para tukang ojek memasang tarif selangit adalah mencari pendapatan tambahan. Namun jika kenaikan tidak wajar maka akan memberatkan penumpang.

"Kalau ada kenaikan yang wajar saja. Dua kali lipat masih ada toleransi, jangan sampai lima kali lipat," terangnya. Namun demikian, dia mengaku tidak dapat berbuat apa-apa. Sebab, jasa transportasi ojek lebih bersifat personal.

"Cuma masalahnya penumpang butuh, harus sampai ke tempat tujuan pukul sekian. Jadi mereka akhirnya mau dengan terpaksa," ucapnya.

Salah satu pengguna KRL yang turun di Manggarai, Dewi, mengakui harga ojek di stasiun itu naik selangit setelah banjir. "Dari Manggarai ke Pulogadung, saya habis Rp70 ribu," kata dia.

Biasanya, kata dia, dia hanya mengeluarkan maksimal Rp30 ribu untuk rute tersebut. "Tadi pagi mikir, daripada ngantre busway masuk haltenya saja susah, ya mending naik ojek. Tapi, besok-besok, saya gak berhenti Manggarai lagi, kapok. Berhenti di Tebet saja," kata dia. (ren)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
pawiroraden
21/01/2013
KOAR-KOAR begini, ga ngaca apa PT. KCJ juga tetap menghargai tiket FULL padahal perjalanan KRL hanya 1/2 perjalanan sampai St. Manggarai saja, tidak sampai akhir....gemana seh?
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com