METRO

Taubat dan Jadi Mualaf, Napi di Depok Disunat

Dikawal polisi, Tomi menjalani operasi khitan di klinik dekat Polsek.

ddd
Jum'at, 15 Februari 2013, 12:01 Dwifantya Aquina, Darmawan (Depok)
Narapidana di Depok jalani operasi khitan
Narapidana di Depok jalani operasi khitan (Darmawan (Depok))
VIVAnews - Seorang narapidana tersangka kasus pencurian yang mendekam di sel tahanan Polsek Beji, Depok, Jawa Barat, mengaku taubat dan memutuskan menjadi seorang mualaf. Tomi Wijaya (23), nama napi itu, akhirnya menjalani operasi khitan atau sunat hari ini, Jumat 15 Februari 2013.

Tomi disunat di sebuah klinik tak jauh dari kantor Polsek Beji. Dikawal polisi, Tomi yang saat itu mengenakan sarung tak banyak berkata-kata. Ia hanya tertunduk dan sesekali memberi senyum pada sejumlah media yang menunggunya.

Kapolsek Beji Komisaris Polisi Agus Widodo mengatakan, keinginan sang napi untuk khitan itu tanpa paksaan. Murni keinginan yang bersangkutan, sesaat setelah dirinya menyatakan ingin memeluk Islam. Lantaran mendengar niat baik tersebut, Agus pun langsung mengiyakan permintaan tersangka untuk di khitan.

"Kami berharap tersangka benar-benar taubat dan kembali menjadi warga negara yang baik," kata Agus.

Tomi diringkus awal Januari lalu atas kasus dugaan pencurian sebuah telepon genggam di warung internet (Warnet) di kawasan Beji. Tomi yang juga berprofesi sebagai penjaga warnet itupun sempat dipukuli warga. Saat ini, Tomi masih mendekam dibalik jeruji besi Mapolsek Beji. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
nirwana15
26/02/2013
Wkkakak..sunat itu bukan islam aja itu jelas dari budaya bangsa Yahudi..coba baca sejarah deh..
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com