METRO

Ahli: Kursi Belakang Luxio Sudah Dimodifikasi

Mobil berpenumpang melebihi kapasitas rawan kecelakaan.

ddd
Senin, 25 Februari 2013, 16:53 Desy Afrianti, Siti Ruqoyah
Sidang lanjutan Rasyid Rajasa
Sidang lanjutan Rasyid Rajasa (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Jaksa penuntut umum juga menghadirkan ahli dari Daihatsu dalam sidang lanjutan kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi dengan terdakwa M. Rasyid Amirullah Rajasa, Senin, 25 Februari 2013. Teknisi itu dihadirkan untuk menerangkan kondisi mobil Daihatsu Luxio yang ditabrak mobil Rasyid awal Januari lalu.

Anwar Rosadi, ahli teknik otomotif khusus Daihatsu menerangkan, setelah terjadi tabrakan, dia diminta oleh Polda Metro Jaya untuk meneliti kondisi mobil yang berpenumpang 13 orang tersebut. Saat itu posisi kursi depan dan tengah memang masih orisinil  dan terdapat sedikit kerusakan.

"Kalau untuk kursi belakang sudah modifikasi. Standar kendaraan Luxio, semua kursi menghadap ke depan. Kapasaitas tiga penumpang yang di belakang," kata Anwar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin 25 Februari 2013.

Menurut Anwar, pada Daihatsu, segala bentuk modifikasi kendaraan di luar tanggungjawab produsen. Tetapi pada prinsipnya, setiap kendaraan yang dikeluarkan sudah dikontrol terlebih dahulu. "Jadi kalau sudah ada modifikasi kami tidak bisa mengontrol karena sudah ada di pemilik," ucapnya.

Sementara itu, jika mobil berpenumpang lebih dari kapasitas yang dianjurkan memang rawan kecelakaan. "Jika dilihat, yang dimodifikasi hanyalah kursi belakang, untuk pintu dan kunci pintu tidak ada perubahan hanya saja terlihat bergeser karena ada benturan," kata dia.

Anwar mengatakan bahwa mobil Luxio itu memiliki standar tujuh penumpang, tidak termasuk pengemudi. Jadi porsisnya, 2-3-3. Mobil tersebut memang ditujukan untuk kendaraan pribadi. Sebenarnya, lanjut dia, pintu belakang mobil memang bisa digunakan untuk keluar masuk penumpang tetapi lebih tepatnya untuk memasukan dan mengeluarkan barang.

"Untuk kecepatan yang tertanam di speddometer itu mencapai 160Km/jam, dan kalau kecepatan dalam kondisi nyaman bisa dilaju dengan 100 Km/jam," katanya. (sj)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
penonton1
25/02/2013
cari alasan untuk membenarkan kesalahan. Apapun kondisi mobil, intinya kalo ga ditabrak ga bakal mati. pake mobil pickup muat 20 orang jg bisa selamat sampai tujuan kalo ga ditabrak.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com