METRO

Kapolda: Laporan Ibas Tidak Akan Diistimewakan

Kasus ini tengah disidik aparat Polda Metro Jaya.

ddd
Jum'at, 5 April 2013, 14:33 Desy Afrianti, Siti Ruqoyah
Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas
Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas (ANTARA/Ujang Zaelani)
VIVAnews - Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono melaporkan Yulianis, mantan Wakil Direktur Keuangan Group Permai ke Polda Metro Jaya. Kasus ini tengah disidik Subdit Keamanan Negara, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Dalam waktu dekat, penyidik akan memanggil tiga orang saksi. Ibas, sapaan akrab Edhie, sudah diperiksa sebagai saksi pelapor beberapa waktu lalu. Dia mengharapkan kepolisian bisa memproses laporannya.

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Putut Eko Bayuseno menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat akan diselesaikan, tanpa membeda-bedakan. "Masih diproses di Ditreskrimum. Yang pasti tidak ada yang istimewa dalam prosesnya, sama seperti semuanya," kata Putut, Jumat 5 April 2013.

Seperti diketahui sebelumnya, dalam laporan bernomor TBL: 909/III/2013/PMJ/Ditreskrimum itu, Yulianis dituduhkan melanggar Pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik.

Kepada wartawan, Yulianis mengungkapkan bahwa Permai Group mengucurkan dana US$ 200 ribu kepada Ibas pada 2010 dan merupakan dana proyek Hambalang di Sentul, Bogor. Uang tersebut, kata dia, terkait dengan Kongres Partai Demokrat di Bandung, Mei 2010

Ibas sendiri membantah tuduhan Yulianis itu. "Terhadap pemberitaan dan pernyataan tersebut, saya ingin mengulangi sekali lagi, bahwa hal tersebut sama sekali tidak benar. Saya tidak pernah menerima uang sebagaimana dikatakan oleh Saudari Yulianis," kata Ibas, membaca pernyataan persnya.
Putra bungsu Presiden SBY ini juga membantah kenal dengan Yulianis. (eh)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
yulianto.prabowo.14
29/10/2013
TEORI nya sih ga di ISTIMEWAKAN, tapi PRAKTEK nya BEDA. Biasa PEJABAT sekarang PINTAR memutar balikan FAKTA. HATI-HATI loh PARA PEJABAT itu adalah AMANAH !!!!!!!!!!!!!
Balas   • Laporkan
romychan
06/04/2013
shrsnya laporan Ibas itu hrs diusut tuntas & jgn diremehkan, corek habis2an dari hulu sampai hilir. Saatnya masyarakat mau tau siapa yg akan mangkir saat dijadikan saksi . Sblm Ibas brgkt melanjutkan studi S3, phk polisi hrs pro aktif usut tuntas.
Balas   • Laporkan
dulkamid
05/04/2013
Kasusnya biasa saja, cuman orangnya yang istimewa.... Dulunya..
Balas   • Laporkan
nobosahbaseh
05/04/2013
males bacanya, ga penting banget..karna bapaknya aja ibas dihargai, setelah itu... who khows??
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com