METRO

Puluhan Preman Gelora Bung Karno Diciduk Polisi

Mereka dilaporkan warga sering memalak pengendara yang parkir.

ddd
Jum'at, 5 April 2013, 18:20 Arfi Bambani Amri, Siti Ruqoyah
Hercules saat ditangkap polisi Maret lalu
Hercules saat ditangkap polisi Maret lalu (VIVAnews/Fernando Randy)
VIVAnews - Pihak kepolisian kembali mengamankan puluhan preman yang meresahkan warga di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. Berdasarkan pengakuan warga, mereka sering memalak uang parkir secara berlebihan.

Ada 36 preman diangkut dari GBK menggunakan mobil truk polisi menuju gedung Subdirektorat Reserse Mobil, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Saat tiba, mereka langsung berjalan jongkok untuk masuk ke dalam ruang penyidik.

Pantauan VIVAnews, Jumat 5 April 2013, 36 preman ini didata oleh tim identifikasi Subdit Resmob kemudian diperiksa oleh penyidik. Perwira Unit Reserse Mobil, Ajun Komisaris Ari Cahya Nugraha, menjelaskan operasi pemberantasan premanisme ini dilakukan secara rutin di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Jadi kemarin pihak Traffic Management Centre menyampaikan pada Subdirektorat Reserse Mobil bahwa ada banyak laporan masyarakat yang sering dipalak oleh preman untuk uang keamanan. Untuk yang ditangkap di GBK, ini awalnya kami intai dulu setelah didapatkan barang bukti baru kami amankan," ujar Ari.

Tiga preman yang tertangkap basah awalnya meminta uang parkir kepada pengunjung sebesar Rp1.000 tetapi kemudian memaksa dan memalak hingga Rp5.000 sekali parkir. Pihaknya masih mendalami sudah berapa lama mereka beroperasi di GBK.

Titik-titik lokasi tempat pemalakan tersebut, lanjut Ari seperti parkir JCC, Parkir Timur Senayan, kolam renang Senayan, dan depan lapangan Golf Senayan. Dari mereka, pihaknya menyita uang sebedar Rp593 ribu.

"Berdasarkan pemantauan dan laporan warga, mereka melakukannya secara paksa kepada korban bahkan sempat mengancam. Tetapi belum diketahui apakah sempat melakukan sesuatu hal jika permintaanya tidak dikabulkan," kata Ari.

Untuk jam operasional, lanjut Ari, biasanya dimulai pukul 10.00 WIB hingga tengah malam. Selain di kawasan GBK, tempat kumpul preman untuk memalak biasanya di Kemayoran, Jakarta Pusat, di mana ramai ketika Pekan Raya Jakarta digelar, Tanah Abang, dan kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dia mengimbau masyarakat untuk tidak takut melaporkan aksi premanisme kepada pihak kepolisian. "Meski kepala preman seperti Hercules dan John Kei sudah ditangkap, tidak menjadi jaminan Jakarta bebas premanisme," kata dia. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
aryosasong
18/04/2013
Polisi harus lebih banyak lagi menangkap para Preman yang menguasai lahan PArkir di GBK. Juga di lahan Parkir Bandara Soekarno Hatta masih banyak preman yang memaksa meminta uang terutama apabila kita membawa bagasi/koper .
Balas   • Laporkan
bodoamat
06/04/2013
ayo kopasus bantai preman2 di indonesia..
Balas   • Laporkan
radenmas1
06/04/2013
Enteki wae pak, pateni wae.......! Hidup Polisi! Hidup Brimob! Hidup my Superhero KOPASSUS...! Untuk urusan "sampah" gak usah ngomongin HAM, hamburger..
Balas   • Laporkan
rizal.aprianzah
06/04/2013
Gw punya angan utk buat peternakan buaya, nah makananya adalah para preman ini...Gw yakin cepet besar buaya2 yg gw pelihara...
Balas   • Laporkan
pastagigi
05/04/2013
mana nih ibu siti...ayo bela mereka..atas nama HAM mulu...hidupkan petrus lagi....kira kira kalau sodara ibu siti diperkosa terus yang merkosa bebas kira kira perasaannya gimana ya?
Balas   • Laporkan
smat_laut
05/04/2013
AYO KOPASUS BANTAI LAGI, Kita KEMBALIKAN LAGI KAJAYAAN MILITER, SEHINGGA MEDIA, MAHASISWA, PARA LSM BISA KITA BUNGKAM DAN BASMI,,, AYO, KITA JAYA KAN LAGI REZIM ORBA JILID II
Balas   • Laporkan
ntriandana
05/04/2013
di GBK sih udah dari dulu begitu,apalagi pas ada acara konser atau olahraga...ah aparat juga pura2 nggak liat aja tuh
Balas   • Laporkan
baronbageur
05/04/2013
Preman = Koruptor = Anjink Pantasnya di SUNTIK Mati Ajja
Balas   • Laporkan
baronbageur
05/04/2013
Preman kelas teri yang ditangkap dan jangan lupa pengamen yang sambil mencopet di bis kota masih banyak. Preman kelas Kakap juga ya Pak Polisi....
Balas   • Laporkan
supercenang
05/04/2013
alahh baru ada kejadian di di cebongan polisi baru bergerak,kemaren2 kmn aja??bukannya preman2 peliharaan polise...udh lah biar KOPASSUS aja yg bergerak biar mati semua tuh preman2 ANJEENGGG..!!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com