METRO

Ahok: Pejabat Manipulasi Proyek Harus Siap Dipenjara

Dilakukan agar tidak ada konspirasi antara pejabat Pemda dengan swasta
Rabu, 24 April 2013
Oleh : Siti Ruqoyah, Eka Permadi
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

VIVAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menegaskan bahwa dia akan mengawasi dan meneliti proyek-proyek pembangunan di Jakarta, yang nilainya cukup tinggi.  Hal itu disampaikan Ahok di Balaikota Jakarta, Rabu 24 April 2013. Ahok menegaskan bahwa dia akan berusaha memangkas nilai proyek yang tinggi itu,  dengan tidak mengurangi volume pekerjaan atau bahkan bisa menghentikan proyek itu.

Jika pejabat yang membawahi proyek itu, kata Ahok,  sengaja mengurangi volume pekerjaan, harus diteliti apakah ada unsur manipulasi dan korupsi dalam proyek itu.

"Kalau itu dilakukan, saya akan masukan penjara. Itu kurang ajar, tidak ada ampun buat mereka," kata Ahok.

Salah satu cara mencegah atau mengurangi praktik manipulasi pengadaan dalam suatu proyek adalah dengan meminta audit Badan Pemeriksa Keuangan.  Audit itu diharapkan bisa membatasi konspirasi antara pejabat dan swasta yang jadi mitra Pemprov DKI.

Sebagai contoh, kata Ahok, "Harga satuannya sebenarnya Rp 1000, tapi dianggarkan Rp 5000. Ini kan gila, kami potong harga satuan. Bukan potong proyeknya."

Pemotongan anggaran ini, lanjut dia, dipastikan bisa digunakan untuk program lain yang lebih kongkrit dan dapat dirasakan oleh masyarakat.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found