METRO

Jokowi Tolak Permintaaan Warga Pluit yang Minta Lahan

Kalau mintanya yang seperti ini, kami yang sulit.

ddd
Rabu, 24 April 2013, 12:43 Desy Afrianti, Rohimat Nurbaya
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (VIVAnews/Luqman Rimadi)
VIVAnews - Masalah relokasi warga di sekitar Waduk Pluit, Jakarta Utara, kembali mengalami hambatan. Warga sekitar Waduk Pluit menolak untuk direlokasi karena sebagian tidak mau dipindah ke rumah susun. Mereka menginginkan Pemprov DKI menyediakan lahan.

Disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, Rabu 24 Maret 2013, permintaan tersebut sangat berat untuk dikabulkan Pemprov DKI. Menurutnya, persediaan lahan di Jakarta sudah semakin sedikit, dan lahan yang disediakan pemprov hanya untuk rusun.

"Ada yang minta tidak mau rusun, mintanya lahan. Kalau mintanya yang seperti ini, kami yang sulit. Lahan di mana-mana sulit. Kalau kami sudah beli lahan lagi pasti untuk rusun lagi," ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta.

Selain itu, menurut Jokowi, warga di sekitar waduk yang meminta lahan itu merupakan warga yang segaja membangun di tanah milik pemerintah untuk dijadikan bangunan sewaan. Melihat kenyataan seperti itu, Jokowi mengaku akan sangat berhati-hati, karena di sana satu orang bisa membangun hingga 20 rumah di tanah milik pemerintah.

"Artinya kami itu memberi solusi, tapi tidak mau kalau ganti rugi ke penyewa-penyewa itu. Hampir 70 persen sewa-menyewa di situ. Mendirikan bangunan disewakan. Kalau itu tidak kami hentikan, di mana-mana akan terjadi seperti itu. Tanah negara didirikan bangunan," ujarnya. (sj)

Jokowi menuturkan, dirinya sudah melakukan beberapa kali pertemuan dengan warga Pluit yang tidak mau pindah ke rumah susun tersebut. Dia mengaku, sudah menawarkan solusi saling menguntungkan. Karena renovasi waduk Pluit harus berjalan dengan cepat. Tapi warga masih belum bisa terima

"Sudah bertemu sama saya, tidak sekali dua kali yang penting diberi solusi. Proses diberi solusi itu  karena ini kan kami kejar-kejaran dengan yang namanya banjir, kalau waduknya masih seperti itu akan sulit. Itu waduk utama kita untuk mengatasi banjir di Jakarta," ucap Jokowi.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
romychan
25/04/2013
Jokowi hrs pecat Lurah Pluit & Camat Penjaringan, krn tdk jeli mengawasi kawasan yg dikuasainya, sehingga mengakibatkan banyak rmh liar diseputar waduk, skrg justru timbul masalah !
Balas   • Laporkan
bodoamat
24/04/2013
lah enak bgt,udah nempatin lahan pemerintah minta di ganti lahan lg,,di kasih hati minta jantung nih orang,gusur aja nih orang kaya gini,klo diturutin nanti orang-orang yg nyerobot lahan orang pasti minta hal yg sama..
Balas   • Laporkan
gusur aza ,jng takut, makin melunjak di kasih ati orang model begini mah
Balas   • Laporkan
indoforum.org
24/04/2013
minta pulau aja, enak. bisa bikin kota sendiri. emangnya city village :D
Balas   • Laporkan
joomyway
24/04/2013
... minta apartemen aja, sekalian villa di puncak sana.... dasarrrr
Balas   • Laporkan
abdul_haris75
24/04/2013
org2 stres kli ya...dksh enak mlh milih skt,uwaneh tenann...
Balas   • Laporkan
gogonman
24/04/2013
Enak bener sdh pake tnh negara minta ganti lahan lagi..acara darimana itu?? Apa wrg2 itu minta di Kedung Ombo-kan....artinya dilelepin kayak pembangunan waduk Kedung Ombo dulu jamannya p.Harto...gak mau pindah yg tenggelam...
Balas   • Laporkan
supercenang
24/04/2013
GILEEE tuh orang!!udah pake tanah pemerintah juga!BELAGU!gusur paksa aja ga usah di kasih hati!sekalian minta uang sewa tanah yg udh dia pake selama tinggal di situ!!
Balas   • Laporkan
andhar
24/04/2013
warga waduk pluit mohon legowo pindah dari pluit ke rumah susun yang sudah disediakan pemda dki... demi kepentingan umum warga dki yang lebih luas....
Balas   • Laporkan
tobings
24/04/2013
Bahasa jawanya: di kasih hati ngerogo rempela....sikat aja tuh orang2 yang seperti itu...penjarakan karena menggarap tanah bukan miliknya!!!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com