METRO

Bentrok di Alam Sutera, 11 Anggota FPI Ditahan

Insiden tersebut memakan korban. Satu polisi terkena luka bacok.

ddd
Senin, 10 Juni 2013, 19:52 Mutia Nugraheni, Siti Ruqoyah
Aksi Demo FPI
Aksi Demo FPI (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
VIVAnews - Polisi mengamankan 11 orang anggota Front Pembela Islam (FPI) saat terjadi bentrok di lahan sengketa, di kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan pada 6 Juni 2013 lalu. Dalam kejadian ini, dua anggota polisi mengalami luka.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto menjelaskan, alasan penahanan 11 anggota FPI karena perbuatan mereka telah melanggar hukum. "Silahkan proses hukum ditempuh, sudah ada jalannya. Jangan pakai kekerasan dan demo," ujar Rikwanto, Senin 10 Juni 2013.

Ia menjelaskan saat itu memang ada keributan antara FPI dengan beberapa preman dan pihak keaman. Kemudian polisi datang untuk melerai. Namun dalam prosesnya ada dua anggota polisi yang terluka, satu kena lemparan batu dan satu lagi mengalami luka bacok.

Beberapa pelanggaran itu yakni, membawa senjata tajam dan dikenakan Undang-undang Darurat no 12 tahun 1951. Lalu, pengrusakan terhadap barang pasal 170 KUHP, dan penganiayaan pasal 351 KUHP.

"Selain itu, mereka juga melanggar Undang-undang mengenai penyampaian pendapat di muka umum saat hari besar karena saat itu 6 Juni 2013, bertepatan dengan Isra Miraj. Dan aksi itu juga tidak ada izin," terang Rikwanto.

Pihak pengembang Alam Sutera

Dihubungi terpisah, Kamarudin kuasa hukum pengembang perumahan Alam Sutera meminta, klaim atas lahan 2,3 hektar di Kelurahan Pakualam, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), segera diselesaikan secara hukum. Pihaknya berharap kasus bentrokan dan pengerusakan tersebut tidak terjadi lagi.

"Lahan itu dibeli klien kami dari pemilik Djain Logo. Bahkan sejak tahun 1984 lahan tersebut sudah disertifikatkan. Selama 30 tahun dikuasai, kenapa baru saat ini muncul protes," kata Kamaruddin.

Sementara itu, terkait dengan adanya klaim dari keluarga Munting selaku ahli waris, dia mempersilahkan agar mereka melakukan gugatan secara hukum. "Negara kita kan negara hukum. Bila memang ada pihak yang merasa sebagai pemilik atau haknya terampas, bisa menggugat secara hukum," ujar Kamarudin.

Akibat bentrok dan penangkapan 11 anggota FPI itu, ratusan massa FPI siang tadi melakukan aksi unjuk rasa ke Polda Metro Jaya. Mereka meminta agar Kapolda memberikan sanksi kepada Kapolres Tangerang karena diduga telah membekingi pengembang yang terkait dengan sengketa ini.

Baca demo dan penjelasan FPI di sini


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
darkzz
28/06/2013
skrg FPI buka jasa pengamanan Lahan jg toh?? baru tau FPI ribut mslh LAHAN..munafikun tempatnya di kerak api neraka.Dakwah ga seperti itu,makanya klo pengajian bawa Al Quran jgn bendera ama Pedang di bawa,kya suporter bola,,perusak Citra Islam.
Balas   • Laporkan
anakbaik
11/06/2013
Komnas HAM cicing baee ini, mana komnassss???
Balas   • Laporkan
memoria
10/06/2013
DULU, Islam itu terkenal karena cinta damai dalam penyebarannya, DULU..
Balas   • Laporkan
tysa
10/06/2013
Ada apa dengan pemerintah????kok gak mau bubarin FPI. udah tau tukang kisruh.
Balas   • Laporkan
memoria | 10/06/2013 | Laporkan
pasti ada udang dibalik bakwan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com