METRO

Demo Tolak Gereja di Bekasi Ricuh

Aksi rusuh karena massa melakukan aksi bakar ban bekas.

ddd
Kamis, 27 Juni 2013, 14:44 Eko Priliawito, Erik Hamzah (Bekasi)
Demo penolakan pembangunan gereja di Bekasi
Demo penolakan pembangunan gereja di Bekasi (Erik Hamzah (Bekasi))
VIVAnews - Aksi unjuk rasa ratusan orang dari Forum Umat Islam (FUI) di kantor Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, untuk menolak pembangunan gereja berlangsung ricuh, Kamis, 27 Juni 2013. Aksi ini juga diikuti anggota majelis taklim se-Kecamatan Jatisampurna.

Dalam aksi tersebut, massa menuntut Pemkot Bekasi membongkar Gereja Katolik Stanislaus Koska di Kampung Kalamiring, Kranggan, Jatisampurna, yang masih dalam tahap pembangunan.

Massa menilai perizinan gereja itu tidak sesuai prosedur. Mereka menduga ada pemalsuan dokumen persetujuan warga. Namun, wali kota tetap meresmikan pembangunan gereja pada 14 April 2013 lalu.

Pantauan VIVAnews, unjuk rasa semula berjalan cukup kondusif. Namun kericuhan pecah, saat massa mulai melakukan aksi bakar ban bekas, keranda mayat dan pocongan bergambar Wali Kota, Rahmat Effendi, di lapangan upacara plaza Pemkot Bekasi.

Sejumlah massa terlibat baku pukul dengan petugas kepolisian dan Satpol PP, yang berusaha memadamkan api dengan alat pemadam api ringan. Bahkan, seorang pertugas pemadam kebakaran yang ingin menjinakan api, nyaris menjadi bulan-bulanan massa yang sudah mulai emosi.

Dalam aksi itu dua orang pengunjuk rasa yang diduga menjadi provokator sempat menjadi bulan-bulanan sejumlah aparat kepolisian dan Satpol PP. Dua orang itu kemudian diamankan oleh rekan-rekannya yang menarik mereka dari pegangan petugas keamanan.

Keributan berakhir setelah perwakilan pengunjukrasa diperkenankan menemui Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi untuk melakukan dialog.

Kuasa Hukum FUI Kota Bekasi, Muhammad Farid Rahmat, menuturkan, unjukrasa dilakukan kali ini sebagai bentuk protes, terhadap sikap Pemkot Bekasi yang membiarkan pembangunan gereja.

"Kami sudah beberapa kali melakukan aksi unjukrasa sebagai bentuk protes. Tapi aksi kita tidak pernah direspons dan tidak ditindak-lanjuti," katanya.

FUI Kota Bekasi, lanjut dia, akan melanjutkan kasus ini ke proses hukum di pengadilan jika wali kota Bekasi, tetap tidak merespons tuntutannya.

Farid sendiri menyayangkan kericuhan yang terjadi dalam aksi unjuk rasa tersebut. Dirinya bahkan secara tegas menuding ada provokator yang sengaja disusupkan ke dalam aksi yang awalnya berjalan kondusif.

"Kami meminta agar Pemkot Bekasi melakukan investigasi terhadap berdirinya gereja tersebut," katanya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Bekasi, Yayan Yuliana, mengatakan, pihaknya terpaksa mengambil langkah tegas. Awalnya massa yang berunjukrasa di kantor Wali Kota hanya ingin menyampaikan orasi secara damai. Namun pada kenyataannya di lapangan mereka melakukan aksi bakar ban, keranda mayat dan pocongan.

"Kami tidak mentolerir hal tersebut,” kata dia. (aba)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
budigood
03/07/2013
baik untuk agama yang katanya Mayoritas maupun Minoritas.. bagaimana kehidupan toleransi kalian semuanya?? katanya Indonesia ini Negara yang sangat menjunjung tinggi toleransi beragama. Mana buktinyaaa??? pakailah cara2 yang ber-etika.... SANGAT MEMALUKAN
Balas   • Laporkan
safiyah
01/07/2013
dari hari ke hari,tingkah kalian semakin jelas menunjukkan jati diri anda....tidak malukah kalian akan sejarah kelak dan pada generasi berikutnya...
Balas   • Laporkan
marcodelima
28/06/2013
Kalian orang Katolik harus yakin, Rumah Ibadah yang akan kalian dirikan itu adalah Bait Allah. Sesuai peraturan rumah ibadah harus berizin dan kalian sudah punya itu. Yang tanpa izin itu bukan rumah ibadah, mungkin sekedar tong sampah dan kotoran
Balas   • Laporkan
putra103 | 04/07/2013 | Laporkan
apakah masjid yg tidak punya izin dan sudh di bangun itu adalah tong sampah dan kotoran,,,, banyak bangunan masjid yg bersrtifikat dari pemerintah,,,, mau bukti,,,, makanya klo ngomng jgn munafik,,,
gondes
27/06/2013
FUI itu antek PKI dan kelakuannya mirip dg partai komunis yaitu berusaha menghalangi orang lain beribadah, tujuannya adl disintegrasi Indonesia. Walikota Bekasi sdh benar dan tenyata dia pemimpin yg tegas dan berani . Melawan agitasi antek2 PKI.
Balas   • Laporkan
danton16
27/06/2013
sungguh memalukan, fanatik terhadap agama sendiri itu hal yang wajib, akan tetapi bila menggangu agama lain sama saja mempermalukan agama dirinya sendiri. ini INDONESIA bung, bukan negara pure ISLAM, negara ini memliki bhinneka tunggal ika. gunakan nalar.
Balas   • Laporkan
apa_aja
27/06/2013
di indonesia ini, toleransi perlu ada undang-undangnya, mungkin perlu dibuat uu toleransi. jangan sampai mayoritas merusak ataupun minoritas ngelunjak.
Balas   • Laporkan
zure02
27/06/2013
Padahal baru saja Presiden dengan bangganya menerima award sebagai pemimpin yang paling menjaga toleransi beragama. Bila kita jujur apakah dengan peristiwa intoleransi beragama yang saat ini terjadi penghargaan itu sebenarnya pantas oleh Presiden RI
Balas   • Laporkan
glodak | 27/06/2013 | Laporkan
Kagak tahu klo presiden kita itu disindir sebenarnya, "inilah presiden yg berhasil menjaga toleransi di negaranya". Padahal...masih byk kasus2 yg terjadi di seantero nusantara yg seharusnya mejadi perhatian presiden kita malah dibiarkan. Parah!!
didut007
27/06/2013
Bertoleransilah kawan... Memang mereka minoritas, dibantulah dalam beribadah, dukung mereka... kalau memang ada pemalsuan dokumen silahkan dibuktikan terlebih dahulu.. LAKUM DINUKUM WALIYADIN
Balas   • Laporkan
ardianto.benny | 27/06/2013 | Laporkan
klw semua berfikir seperti anda, alangkah indah nya perbedaan di negeri ini ......


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com