METRO

Ini 10 Pernyataan Kontroversial Ahok

Basuki Tjahaja Purnama dikenal sering berbicara blak-blakan.

ddd
Sabtu, 20 Juli 2013, 06:01 Desy Afrianti
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dikenal sering berbicara blak-blakan. Dia juga kerap mengeluarkan pernyataan yang mengundang kontroversi. Kata-kata 'keras' tak hanya ia lontarkan saat mengomentari pihak yang menentang kebijakannya, tapi juga terhadap kinerja legislatif selaku mitra kerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Belum lama ini Ahok menceritakan kisahnya ditipu warga Fatmawati, Jakarta Selatan. Kisah itu ia ungkapkan karena kesal dengan warga Fatmawati yang menolak pembangunan  Mass Rapid Transit (MRT) layang.

Menurut Ahok, pada saat kampanye Pilkada DKI lalu, dia diberi masukan oleh seorang warga Fatmawati soal pembangunan jalur bawah tanah di Fatmawati dengan biaya murah.

Setelah terpilih, ia menghitung ulang masukan dari warga Fatmawati itu. Ternyata, biaya untuk membangun subway sangatlah mahal. Maka ia sepakat dengan Jokowi membagi jalur MRT menjadi bawah tanah dan layang.

Hingga kini, warga Fatmawati tetap menolak MRT jalur layang. Sebab, mereka khawatir pembangunan stasiun layang akan menimbulkan kawasan kumuh. Tapi, itu dibantah Ahok.

"Paling mereka bilang, nyesel pilih Ahok. Ya sudah tak usah pilih kami lagi saja di tahun 2017. Sekarang saya mau pentingkan seluruh DKI bukan sekelompok yang memilih saya. Anda tidak mau milih saya ya silakan. Sumpahin saja tujuh turunan tidak usah pilih saya. Saya juga rela," katanya, Kamis, 18 Juli 2013.

Berikut sepuluh pernyataan Ahok yang membuat kuping panas :

Operasi pasar hanya diborong yang punya modal

Ahok menilai operasi pasar yang digunakan pemerintah untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi saat Ramadan tidak efektif. Sebab, itu hanya dimanfaatkan oleh para pemodal. "Mereka memborong barang saat operasi pasar kemudian dimasukkan lagi ke toko," kata Ahok, Kamis 18 Juli 2013. Selengkapnya di sini

DPRD bikin pansus biar dapat honor

DPRD DKI Jakarta, termasuk pihak yang sering kena 'sentil'. Ahok menanggapi rencana dewan membentuk Panitia Khusus MRT dan monorel dengan sindiran. "Bagus, DPRD kan sukanya Pansus. Ya kan biar dapat honor Pansus. Pansus ada honor kan," kata Ahok sembari tertawa saat ditanyai wartawan di Balai Kota, Rabu 17 Juli 2013. Selengkapnya di sini

Penjarakan PKL Tanah Abang

Ahok mengaku kesal dengan kelakuan para pedagang kaki lima di pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat yang bandel dan tetap berjualan di pinggir jalan. Ahok, sapaan Basuki, menegaskan PKL yang tidak mau dipindahkan ke tempat yang telah disediakan akan dilaporkan ke polisi karena telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) No 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

"Sekarang kami kan persuasif dulu sama PKL, terutama di Tanah Abang. Kami sosialisasi terus. Kalau ngeyel, ya kami penjarakan," kata Basuki di Balai Kota, Selasa 16 Juli 2013. Baca di sini

Kalau gubernur harus orang Betawi, presiden juga dong

Pada saat momen perayaan hari ulang tahun Jakarta, 22 Juni 2013, tuntutan masyarakat Betawi agar putra daerah harus jadi pemimpin di Jakarta, terus bergaung. Keinginan itu mendapat tanggapan Ahok. "Kalau begitu presiden juga harus orang Betawi dong. Istananya kan ada di Jakarta," begitu kata Ahok, Kamis 20 Juni 2013, sambil tersenyum menjawab hal itu. Klik di sini
 
Mau cepat benahi Jakarta, bakar setengah kota

Ahok menyatakan penyelesaian masalah di Ibu Kota harus bertahap dan butuh waktu. Hanya cara ekstrem dan berisiko bisa mengubah Jakarta dengan cepat. "Kamu mau cepat benerin Jakarta. Bakar setengahnya Jakarta!" kata Ahok di Balai Kota, Rabu 5 Juni 2013.

Langkah ekstrem itu tentu tidak mungkin dilakukan karena terlalu
berisiko. "Kamu mau bakar? Enggak kan. Makanya kita lakukan bertahap," katanya. Selengkapnya di sini

Selama ini PRJ dikuasai satu keluarga

Ahok membeberkan ketidakadilan pengelolaan Pekan Raya Jakarta di bawah payung PT Jakarta International Expo (JIExpo) sejak 1992 silam. Jakarta Fair, kata Ahok, hanya dikuasai satu keluarga.

PT JIExpo yang sebagai penyelenggara merupakan perusahaan milik konglomerat Hartati Murdaya. "Sebenarnya kalau kita ngomong jujur, semua milik keluarga Murdaya. PT JIExpo, semua saham kan milik keluarga mereka. Semuanya orang mereka," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu 5 Juni 2013. Baca di sini

Tak perlu DPRD pergi ke luar negeri, lihat Youtube saja

Lagi-lagi Ahok menyoroti DPRD DKI Jakarta. Kali ini soal rencana berkunjung ke luar negeri. Program itu bakal menelan anggaran sebesar Rp1,9 miliar. Ahok  menilai kunjungan kerja DPRD itu tidak perlu. Menurut Ahok, dengan melihat media Youtube saja segala informasi bisa didapatkan para anggota dewan.

"Menurut saya pribadi, itu tidak perlu lah. Pakai Youtube juga bisa. Tapi itu haknya mereka. Kalau ingin jalan-jalan silakan. Tapi kalau ada kunjungan ke luar negeri harus ada laporan untuk masyarakat. Harus minta laporan," tuturnya, Jumat, 31 Mei 2013. Selengkapnya di sini

DPRD mau makzulkan Jokowi? Belagu banget

Ahok juga sempat mempertanyakan niat DPRD DKI Jakarta untuk memakzulkan Joko Widodo dari kursi Gubernur. Rencana pemakzulan ini dilatarbelakngi ancaman mundurnya 16 rumah sakit dari program Kartu Jakarta Sehat (KJS). "Kalau mau tanya, ya panggil kami saja. Hak tanya saja dibilang pemakzulan. Belagu banget," kata Ahok, Jumat 24 Mei 2013. Baca di sini

Yang jual beli lahan pemerintah bajingan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sempat dibuat pusing oleh sikap warga bantaran Waduk Pluit yang menolak direlokasi. Ahok menuding ada banyak kepentingan yang menunggangi warga sekitar Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, sehinga sulit direlokasi.

"Kalau jujur dan baik kami kasih modal dan Anda bisa berubah nasib, asal mau berusaha. Tapi kalau hidup Anda mau jual beli lahan milik pemerintah maka Anda bajingan. Pelanggaran itu jelas bagi saya," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Senin 13 Mei 2013. Selengkapnya baca di sini

Lurah Warakas marah karena 3 Rusunnya di Marunda dicabut

Ahok menilai protes yang dilayangkan Lurah Warakas, Tanjungpriok, Jakarta Utara, Mulyadi, terkait lelang jabatan tidak patut dilakukan. Semua PNS DKI harus bersedia ditempatkan di manapun. Ahok menyebut kemarahan Mulyadi itu bukan tanpa sebab. "Jadi lucu Lurah Warakas protes, marah karena saya cabut tiga rumah dia di Rusun Marunda," kata Ahok, Jumat, 3 Mei 2013. Baca di sini (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
bukan kotroversi tapi kenyataannya seperti demikian, ahok memang bicaranya apa adanya perlu dimaklumi demi jakarta baru
Balas   • Laporkan
grd1589
20/07/2013
Ahok memberi suasana politik yg berbeda. Ahok marah2 tandanya dy ga munafik. Drpd yg kalem2 tp nyatanya seriga berbulu domba smua. Mndingan marah terang2an. Jd smua tau yg mana yg bner mana yg salah. Yg ga suka ama ahok, berarti mendukung kekacauan di dki
Balas   • Laporkan
fuad.wahab.9
20/07/2013
ahok ahok daripada setengh jakarta meding seluruhnya dibakar sekalian sama kantor gubernurnya
Balas   • Laporkan
ciachenz
20/07/2013
"Paling mereka bilang, nyesel pilih Ahok. Ya sudah tak usah pilih kami lagi saja di tahun 2017. Sekarang saya mau pentingkan seluruh DKI bukan sekelompok yang memilih saya. Anda tidak mau milih saya ya silakan" ni baru pola pikir yg benar sbgai wakil raky
Balas   • Laporkan
fanz.ayy
20/07/2013
ok
Balas   • Laporkan
sufyan
20/07/2013
Gue dukung Jokowi - Ahok, mereka memang beda..
Balas   • Laporkan
sebastianlabesta
20/07/2013
inget ajalah loe jd pemimpin karena nebeng mas joko idolaku,tegas boleh tp yg bertanggung jawab jangan mencla mence umbar janji kemana kemari... buktiin baru ngomong..inget mulutmu harimaumu..camkan!!!
Balas   • Laporkan
jontampubolon | 21/07/2013 | Laporkan
Dia kan sdh mgomong, "siap tidak dipilih utk periode berikutnya" kalau masarakat tidak suka dgn apa yang dia lakukan sekarang. Cukup berkarakter saya rasa. Tegas mungkin baik utk masyarakat Jakarta.


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com