METRO

Keluarga Histeris Briptu Nugroho Divonis 6 Tahun Karena Sodomi

Ibu korban yang juga berada di ruang sidang sempat mereka maki.

ddd
Kamis, 1 Agustus 2013, 17:08 Desy Afrianti, Taufik Rahadian
Briptu Nugroho Eko (peci putih) usai mendengarkan vonis di pengadilan
Briptu Nugroho Eko (peci putih) usai mendengarkan vonis di pengadilan (VIVAnews/Taufik Rahadian)

VIVAnews - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis enam tahun penjara kepada Briptu Nugroho Eko, seorang anggota Brimob, karena diyakini bersama rekannya, Saipul, terbukti telah menyodomi seorang bocah berumur lima tahun. Keputusan itu dibacakan sore ini, Kamis 1 Agustus 2013.

"Secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah. Pidana enam tahun penjara masing-masing dikurangi masa tahanan," kata Ketua Majelis Hakim, Hari Budi Setianto. Kedua terdakwa juga dikenakan denda Rp100 juta subsider tiga bulan penjara.

Hakim menjatuhkan vonis enam tahun setelah sebelumnya menimbang beberapa hal yang meringankan dan memberatkan. Menurut Hari, yang meringankan terdakwa belum pernah terlibat masalah hukum sebelumnya. Selain itu, dia juga sudah memiliki keluarga serta masih muda.

"Yang memberatkan adalah karena atas perbuatan terdakwa itu, korban menjadi menderita tekanan secara psikis," kata Hakim Hari.

Usai membacakan vonis, hakim menanyakan kepada terdakwa dan jaksa apakah menerima keputusan itu atau tidak. Keduanya mengatakan akan berpikir-pikir terlebih dahulu.

Mendengar putusan itu, beberapa anggota keluarga Briptu Nugroho Eko menangis histeris. Mereka merasa putusan itu tidak adil. Ibu si bocah yang jadi korban dan juga berada di ruang sidang, malah sempat mereka maki-maki. 

Usai sidang, Briptu Nugroho Eko menyatakan akan naik banding. Dia menilai tuduhan sodomi itu hanya fitnah belaka. Dia mengatakan hanya menjalani satu kali pemeriksaan polisi, tapi berkas pemeriksaan langsung dinyatakan lengkap. "Saya merasa dizalimi atas keputusan ini. Saya akan terus berusaha, ini bukan akhir, saya akan terus berjuang," kata dia kepada VIVAnews

Kasus ini bermula ketika orangtua si bocah melaporkan Briptu Nugroho Eko dan Saipul telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak mereka. Laporan disampaikan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Metro Jakarta Timur pada 21 Febuari 2013 lampau. (kd)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com