METRO

Beda Agama, Lurah Lenteng Agung Didemo Warga

Lurah Susan mengaku tak mempermasalahkan penolakan tersebut.

ddd
Rabu, 28 Agustus 2013, 09:35 Siti Ruqoyah, Zahrul Darmawan (Depok)
Lurah Lenteng Agung didemo warga
Lurah Lenteng Agung didemo warga (VIVAnews/Zahrul Darmawan (Depok))
VIVAnews - Keberadaan Susan Jasmine Zulkifli sebagai Lurah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, masih mendapat tentangan. Hari ini, Rabu 28 Agustus 2013, ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor kelurahan.

Pantauan VIVAnews, terlihat massa aksi membentangkan spanduk yang berisi: Sosio, kultur, adat istiadat daerah dapat menjadi hukum, patuhilah !!!

Aksi ini mendapat kawalan ketat dari aparat kepolisian. Saat ini, aksi tersebut masih berjalan damai.

Kapolsek Metro Jagakarsa, Kompol Herawati, mengatakan pihaknya menyiapkan 434 personel gabungan Polres Metro Jakarta Selatan untuk mengamankan jalannya aksi tersebut.

Pengerahan personel sebanyak itu, menurut Herawati, bertujuan untuk memastikan aksi unjuk rasa berjalan tertib dan lancar.

"Beberapa petugas akan ditempatkan di bagian depan gerbang dan bagian dalam Kantor Kelurahan. Petugas juga disiagakan di jalan raya untuk mengatur arus lalu lintas dari dan menuju Kantor Kelurahan Lenteng Agung," kata Herawati.

Sebelumnya, Susan sapaan akrab sang Lurah ini mengaku, dirinya tidak mempermasalahkan jika ada warganya yang menyampaikan aspirasi. Ia pun menegaskan, keberadaannya di sini sebagai lurah semata-mata hanya menjalankan tugas untuk melayani masyarakat.

"Silahkan saja menyampaikan aspirasi. Saya di sini kan ditunjuk oleh pimpinan (Gubernur melalui SK-nya). Saya tidak akan mundur, karena yang berhak memutuskan saya ialah pimpinan," ujarnya.

Susan menuai kontroversi di kalangan sebagian besar warga lantaran status agamanya yang non muslim. (eh)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
mohd.rahman.7106
28/08/2013
gpp bro,gak jdi masalah,wong irak aja dlu zaman nya sadam husein wapresnya kristen,asal presiden nya harus agamanya mayoritas,asal orgnya bagus dan amanah,gak masalah,cuma lurah ini.bnyak jg koq pejabat yg kristen ataw hindu atw budha,gak da tuh yg protes
Balas   • Laporkan
telomania
28/08/2013
RAsis....rasis.....! Orang yang memprovokasi rasialisme,SARA patut di penjarakan karena melanggar UUD 1945
Balas   • Laporkan
soet
28/08/2013
DISINILAH PERLUNYA KAJIAN SOSIOKULTURAL MASYARAKAT, SUPAYA PARA PEJABAT BISA MENGAYOMI WARGA
Balas   • Laporkan
izakpiter
28/08/2013
DI PAPUA PEJABAT YANG ISLAM JUGA BANYAK TOL KAMI TIDAK PERMASALAHKAN ITU, YG PENTING ORANG ITU BISA MEMBANGUN DAERAH ITU. KENAPA HARUS RASIS GITU.MENDING BUBAR AJA INDONESIA KLU RASIS GITU.
Balas   • Laporkan
frogman
28/08/2013
Kepada Yang (sangat tidak) Terhormat : Warga Lenteng Agung perkenankanlah saya menyampaikan opini saya tentang anda : anda sangat bodoh,,sangat-sangat bodoh, bahkan keledai lebih bisa berpikir lebih luas dari pada anda.
Balas   • Laporkan
tubil | 29/08/2013 | Laporkan
Oh pantesan yg milih itu keledai jd lurah kan gubernur ame wakilnye kalo gitu yg milih itu di sebut ape yeee ? bingung ane ...kasih clue dong ..
calm | 28/08/2013 | Laporkan
tubil: dulu-dulu kan Lurah di Lentang Agung emang keledai, makanya ada sebagian masyarakat yg sdh terkontaminasi demo kenapa Lurah yg sekarang bukan Keledai lagi..
tubil | 28/08/2013 | Laporkan
Sejak kapan keledai bisa mikir ? baru tau ane jaman emang udah edan ...wkwkwk. Soalnye kalo keledai bisa mikir mungkin udeh diangkat jd lurah lenteng agung dr dulu kaleee...hehehehe
bambang.irwantols
28/08/2013
mulai lagi nih....cerita2 basi......hari gini masih ributin soal begituan....haduuuh...
Balas   • Laporkan
tnz.mt
28/08/2013
Aneeeee dasar kampungan.....
Balas   • Laporkan
tobings
28/08/2013
strategy orde baru nih....tiup isu sara untuk membuat resah...pasti ada aktor intelektualnya!!!
Balas   • Laporkan
Hilman
28/08/2013
Paling jg yg demo antek anteknya ormas sok suci ituuu yg ngakunya beragama,tp penuh dengan kemunafikan dan kesirikan
Balas   • Laporkan
Hilman
28/08/2013
Paling jg yg demo antek anteknya ormas sok suci ituuu yg ngakunya beragama,tp penuh dengan kemunafikan dan kesirikan
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com