METRO

Manajemen Kopaja-Metromini Akan Digabung dengan Transjakarta

Jika tak segera dibenahi, Kopaja dan Metromini semakin membahayakan.
Kamis, 5 September 2013
Oleh : Desy Afrianti, Rohimat Nurbaya
Metromini ringsek usai menabrak siswa SMP

VIVAnews - Dua orang tewas dan tiga lainnya luka-luka akibat kecelakaan dua Kopaja dan satu truk di Jalan Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakarta Barat Rabu malam, 4 September 2013. Aksi bermula saat Kopaja 95 Slipi-Kali Deres kejar-kejaran dengan Kopaja 98 Tomang-Rawa Bokor. Usai kejadiaan nahas itu dua sopir Kopaja maut tersebut malah melarikan diri.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengatakan itu terjadi karena manajemen kontrol yang kurang baik dalam pengelolaan Kopaja dan Metromini. Sebagai solusinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggabungkan manajemen Metromini dan Kopaja dengan Transjakarta.

"Rencana sudah ada. Manajemen bayangannya sudah ada, saya hanya mau (Kopaja dan Metromini) nempel di Transjakarta atau di PPD (Perusahaan Pengangkutan Djakarta). Ini tinggal keputusan akhir," kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, Kamis 5 September 2013.

Menuut Jokowi, apabila manajemen tidak segera dibenahi, keberadaan Kopaja dan Metromini akan semakin membahayakan warga.

"Bolak-balik kalau manajemen secara total tidak dibenahi akan begitu terus. Karena tidak ada manajemen kontrol terhadap sopir, kondisi rem, kondisi bus," ucap Jokowi. (kd)

 

TERKAIT