METRO

Kecelakaan Maut, Polisi Periksa Teman Wanita AQJ

Pemeriksaan guna mengetahui aktivitas AQJ sebelum terjadi kecelakaan.

ddd
Selasa, 17 September 2013, 14:48 Desy Afrianti, Taufik Rahadian
Jurnalis mengambil gambar mobil Mitsubishi Lancer B 80 SAL yang dikemudikan putra musisi Ahmad Dani
Jurnalis mengambil gambar mobil Mitsubishi Lancer B 80 SAL yang dikemudikan putra musisi Ahmad Dani (ANTARA/Widodo S. Jusuf)
VIVAnews - Kepolisian masih mengusut kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi dengan tersangka anak musisi Ahmad Dhani AQJ (13). Penyidik memeriksa sejumlah saksi termasuk teman wanita AQJ. Pemeriksaan dilakukan karena sebelum insiden terjadi, AQJ mengantar teman wanitanya itu pulang ke rumah. 

"Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui aktivitas AQJ sebelum terjadi kecelakaan. Bagaimana bisa AQJ mengemudikan mobil dan hal lain sebelum kecelakaan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Selasa 17 September 2013.

Hingga kini, polisi sudah memeriksa 18 orang saksi. Saksi yang dimintai keterangan adalah ahli, pegawai jalan tol, Jasamarga, anggota kepolisian, orang tua tersangka, korban di mobil Avanza yang selamat, dan sejumlah warga yang melihat sesudah terjadinya kecelakaan. Hari ini penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap sopir AQJ, Kirman.

Sementara itu, hasil analisa dari Agen Tunggal Pemilik Merek (ATPM) Mitsubisi dan Daihatsu masih diperiksa. Analisa nantinya akan digabungkan dengan hasil olah tempat kejadian untuk mencari penyebab kecelakaan, apakah karena human error, lingkungan atau faktor kendaraan. "Semoga minggu ini bisa disimpulkan," kata Rikwanto.

Kecelakaan maut itu terjadi di Tol Jagorawi kilometer 8+200, Jakarta Timur, Minggu dini hari, 8 September 2013. Tujuh orang tewas dan beberapa lainnya luka parah. Mitsubishi Lancer keluaran 2010 yang dikemudikan AQJ, hilang kendali.

Saat itu, AQJ dalam perjalanan dari Cibubur menuju ke Pondok Indah, Jakarta Selatan. Mobil itu berisi dua penumpang, AQJ, dan temannya.

Kendaraan yang semula berada di jalur dua dari pinggir itu kemudian melaju tanpa kendali ke arah jalur empat yang berada persis di pinggir pembatas tengah jalan tol.

Dalam keadaan kencang, mobil menabrak pembatas besi di tengah tol. Karena terbentur besi pembatas, mobil terbang dan menyerempet sisi kanan belakang Toyota Avanza hitam bernomor polisi B 1882 UZJ yang melaju dari arah berlawanan. Karena pengendaranya mampu mempertahankan keseimbangan, mobil tidak mengalami kerusakan parah.

Namun, nahas tak dapat ditolak oleh mobil Daihatsu Gran Max B 1349 TEN yang berada di sampingnya. Karena tidak sempat menghindar, mobil itu terhantam keras oleh mobil Lancer itu. Tujuh dari 13 penumpang Gran Max meninggal dunia.  (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com