Ahok: Kebakaran Bangunan Liar di Jakarta Tak Bisa Diantisipasi

Ahok saat membahas MRT
Sumber :
  • ANTARA/M Agung Rajasa
VIVAnews
Heboh Ibu di Maros Aniaya Bayinya Sambil Direkam, Diduga Kesal karena Suami Pergi
- Sekitar 1.500 bangunan semipermanen yang dihuni oleh 2.000 kepala di Jalan Inspeksi Kelapa Gading, Jakarta Utara, terbakar Selasa dini hari, 1 Oktober 2013. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah karena hubungan pendek arus listrik.

Ten Hag Ungkap Pemain Ini Bakal Bawa Kesuksesan untuk MU

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mencermati bahwa banyaknya bangunan liar atau rumah tanpa surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menjadi salah satu penyebab kebakaran di Jakarta sulit diantisipasi.
Gelar RUPST, PT Federal International Finance Angkat Siswadi Jadi Presdir Baru


"Kami tidak bisa antisipasi kalau rumah liar dibangun tanpa izin. Mereka pakai kabel kecil. Padahal di rumah orang punya kulkas, televisi, terus nge-
charge
ponsel," ujar Ahok, sapaan Basuki Purnama, di Balai Kota, Jakarta.


Sebagai solusinya, ke depannya Pemerintah Provisi DKI Jakarta akan melakukan kerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Apabila ada rumah yang tidak mempunyai IMB tidak boleh dipasang aliran listrik. Apalagi rumahnya semi permanen yang bahan materialnya kebanyakan dari kayu.


"Kalau dengan kabel kecil tapi dipakai begitu banyak, pasti kebakaran. PLN hanya menanggung sampai depan rumah. Di dalam kan izinnya di kami. Makanya diminta ke PLN kalau tidak ada IMB jangan kasih listrik. Apalagi rumahnya kayu triplek, cepat sekali terbakar," kata Ahok.


Menurut Ahok, apabila banyak bangunan yang terbuat dari kayu. Usaha apa pun yang dilakukan akan tetap sia-sia. Karena selain letak rumahnya berada di gang yang sempit kalau rumah dari kayu triplek akan cepat terbakar


"Saya udah cek ke lokasi. Saya kira pemadamnya yang terlambat, ternyata tidak. Tapi itu kayu yang cepat terbakar. Apalagi letak antara rumah sangat rapat. Pawang Geni juga tidak efektif kalau sudah kena kayu, kan cepat terbakar," kata Ahok.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya